Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Menteri Jumhur Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Nasional, Pada Peringatan Dies Natalis UHN Tegal

IMG 20260703 WA0023
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat meluncurkan Gerakan Tobat Ekologis Nasional saat kuliah umum di Dies Natalis UHN Tegal, Jumat (3/7/2026).(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

KOTA TEGAL – Generasi muda memegang peran strategis sebagai penentu arah masa depan lingkungan hidup Indonesia. Hal ini melandasi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, secara khusus mengajak mahasiswa dan sivitas akademika menjadi pelopor pembangunan berkelanjutan melalui Gerakan Tobat Ekologis Nasional. Ajakan itu disampaikan dalam kuliah umum peringatan Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Jawa Tengah, pada Jumat (3/7/2026).

Gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa pemulihan alam tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh partisipasi luas. Di hadapan ratusan mahasiswa, Menteri Jumhur memaparkan tiga pilar utamanya: menyadari kesalahan di masa lalu, berkomitmen tidak mengulanginya, serta melakukan perbaikan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Jika kerusakan lingkungan adalah kesalahan kolektif, maka memperbaikinya pun harus gerakan kolektif. Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia melakukan Tobat Ekologis Nasional: berhenti merusak bumi dan bersama-sama bergerak memulihkan lingkungan,” tegasnya.

Menteri juga menegaskan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan alam. Pembangunan tidak boleh menolak kemajuan, tetapi juga tidak boleh mengejar keuntungan semata tanpa peduli daya dukung lingkungan.

BACA JUGA:  Mumpung Cuaca Cerah, 16 Perahu Nelayan Turut Mencari Sahidin di Pesisir Pacitan

“Pembangunan harus berjalan demi kesejahteraan rakyat, namun tetap patuh pada aturan perlindungan alam. Komitmen kepatuhan ini justru akan melahirkan peluang baru, terciptanya lapangan kerja ramah lingkungan, serta tumbuhnya ekonomi hijau yang berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan optimisme tinggi terhadap peran Generasi Z. Berdasarkan riset, sekitar 80 persen pemuda Indonesia memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, yang tercermin dalam berbagai aksi nyata mulai dari bersih sungai, penanaman pohon, hingga pembentukan komunitas pelestari alam.

Sebagai wujud konkret gerakan tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah program strategis, antara lain penanaman 2 miliar pohon termasuk rehabilitasi mangrove, pemulihan lahan kritis, pengendalian pencemaran sungai, peningkatan kepatuhan industri dalam pengelolaan limbah, serta kewajiban rehabilitasi lahan bekas tambang. Kebijakan pendukung juga sedang disusun dengan melibatkan akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Penetapan Tersangka Kasus Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Biak Numfor tahun 2019 Oleh Kejaksaan

Sementara itu, Rektor UHN Tegal, Sudirman Said, menekankan bahwa krisis lingkungan tidak dapat diselesaikan secara terpisah. Menurutnya, kunci keberhasilan pemulihan alam terletak pada kolaborasi lintas sektor.

“Krisis lingkungan yang besar ini tidak akan selesai jika pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas bergerak sendiri-sendiri. Sinergi lintas sektor adalah fondasi utama untuk mengembalikan kelestarian bumi kita,” ujar Sudirman.

Menutup sesi, Menteri Jumhur kembali menegaskan peran vital perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, dan kolaborasi untuk mempercepat pemulihan lingkungan. Dengan sinergi yang kuat, KLH/BPLH optimis Gerakan Tobat Ekologis Nasional akan menjadi landasan kokoh bagi pembangunan Indonesia yang maju secara ekonomi sekaligus lestari secara ekologis.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *