Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kenakan Pakaian Adat Papua, Bupati Paramitha Tegaskan: Keberagaman Adalah Kekuatan Indonesia!

IMG 20260817 133458
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengenakan pakaian adat Papua saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih peringatan HUT ke-81 RI di Alun-alun Brebes.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase) 

BREBES – Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti Alun-alun Brebes, Senin (17/8/2026). Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma tampil berbeda saat memimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Ia mengenakan pakaian adat Papua — bukan sekadar busana seremonial, melainkan pesan tulus tentang persatuan Indonesia.

Pakaian adat yang dikenakannya bukan sekadar kain bermotif. Ia membawa pesan mendalam: bahwa Indonesia tumbuh dari keberagaman suku, budaya, dan tradisi yang hidup berdampingan dalam satu bangsa.

Bupati Paramitha menyampaikan, pilihan ini adalah bentuk penghormatan kepada saudara-saudara di Papua sekaligus seluruh masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang budayanya.

“Ketika kita mengenakan pakaian adat dari daerah lain, kita tidak hanya memakai pakaian. Kita juga belajar menghargai dan mengenal budaya saudara kita. Kami ingin menunjukkan bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia. Brebes, Papua, dan seluruh daerah lainnya — kita satu keluarga besar Indonesia,” ujar Paramitha tegas.

Menurutnya, perbedaan budaya justru menjadi kekayaan yang membentuk identitas bangsa yang kuat.

BACA JUGA:  Pendeta, Gereja dan Tokoh-Tokoh Agama Perlu Didemo Jika Tak Menyuarakan Penderitaan Masyarakat Adat

“Indonesia ini indah karena kita berbeda. Jangan sampai perbedaan membuat kita berjauhan. Justru dengan saling mengenal dan menghargai, kita bisa semakin dekat sebagai satu bangsa,” tambahnya.

Pesan ini ditujukan terutama bagi generasi muda. Cinta tanah air, kata Bupati, bisa dimulai dari hal sederhana: menghargai budaya orang lain, tidak merasa paling benar, dan menjaga kebersamaan dalam keseharian.

Prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung khidmat. Seluruh peserta memberi hormat, meneguhkan kembali semangat kebangsaan di usia ke-81 tahun kemerdekaan.

Sebelum upacara dimulai, suasana dihiasi alunan merdu Gerhana Nada Orkestra. Musik menyapa setiap hadirin, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus meriah.

Usai pengibaran bendera, kemeriahan berlanjut. Penampilan tarian Nusantara memukau hadirin — ragam gerak dan warna menjadi gambaran nyata kekayaan tradisi dari Sabang sampai Merauke. Gerhana Nada Orkestra kembali tampil, menambah semarak pagi itu.

Suasana makin hidup saat diumumkan pemenang lomba kostum terbaik antar OPD. Kreativitas para peserta mengenakan busana bernuansa budaya mengukuhkan: perbedaan adalah anugerah yang patut dirayakan.

BACA JUGA:  Aleg PKB Muhamad Rapiudin Akbar Tampung Aspirasi Masyarakat Kosambi Sukadiri

Turut hadir Wakil Bupati Brebes Wurja, Ketua DPRD Brebes, jajaran Forkopimda, serta para kepala OPD. Menariknya, Ketua TP PKK Kabupaten Brebes juga tampil serasi mengenakan pakaian adat Papua bersama Bupati.

Setelah upacara selesai, Bupati Paramitha bersama jajaran pimpinan daerah menyaksikan secara langsung Upacara Detik-detik Proklamasi dari Istana Merdeka yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto melalui kanal resmi Sekretariat Presiden di Pendopo Kabupaten Brebes.

Peringatan HUT ke-81 RI di Brebes hari ini bukan sekadar seremoni. Lewat pakaian adat, tarian Nusantara, hingga musik yang menyatukan selera, satu pesan tersampaikan dengan jelas:

Keberagaman bukan sekadar identitas — ia adalah kekuatan yang menyatukan kita semua.

 

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *