Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Wisata  

Ditetapkan Sebagai WBTB, Makanan Khas Simeulue Satu Ini Rasanya Bikin Nagi

Makanan Khas Simeulue
Makanan Khas Simeulue Memek Yang Melegendaris. (Foto: Istimewa).

SIMEULUESimeulue merupakan salah satu pulau yang berada di Provinsi Aceh. Ketika berkunjung ke Aceh, jangan lewatkan berburu destinasi unik dan menarik yang ada di pulau Simeulue salah satunya makanan Khas Memek yang telah melegendaris rasanyapun bikin nagi.

memek
Makanan Khas Simeulue Memek. (Foto: Istimewa).

Pulau Simeulue  ini sudah terkenal dikalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya tourist yang berkunjung setiap tahunnya. Selain itu, Simeulue dikenal dengan daerah yang menyajikan berbagai wisata seperti wisata alam, wisata budaya, dan wisata kuliner.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaa, Kabupaten Simeulue Asmanuddin., SH., MH kepada media ini, Rabu (3/5/2023).

Asmanuddin mengatakan, wisatawan yang berlibur ke pulau Simeulue  wajib mencoba makanan khas satu ini, namanya memek. Bentuknya mirip bubur, namun bahan dasar pembuatan makanan dengan nama unik ini adalah dengan pisang, beras ketan dan santan.

“Dalam bahasa Aceh, memek berasal dari kata mamemek yang artinya mengunyah beras. Konon nenek moyang di Aceh mengunyah-ngunyah beras ketan yang dicampur dengan pisang sehingga muncul istilah mamemek,” kata Asmanuddin.

Kini makanan khas Simeulue itu kata Asmanuddin, telah menjadi salah satu andalan makanan tradisional warga Simeulue. Makanan yang sudah melegenda ini, juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan pada tahun 2019 lalu.

BACA JUGA:  Muhammad Syah Resmi Dilantik Sebagai Dirut BAS, Ini Pesan Pj Gubernur

“Ketika kita makan, rasa pisang dan beras gongseng lebih terasa. Butiran beras ketan yang agak kasar bertemu lembutnya pisang, membawa sensasi tersendiri saat mencicipi makanan memek ini,” tuturnya.

Kemudian, wangi beras yang digongseng pelan-pelan membawa sensasi ketenangan atau semacam aroma terapi yang memanjakan hidung. Perpaduan sensasi rasa itu makin segar dengan tambahan sedikit es.

Perpaduan kasar-lembut beras dan pisang itu, makin gurih dengan campuran santan. Di sana ada manis santan, manis pisang ditambah wangi ketan. Ada juga sensasi asin dari sedikit garam yang dibubuhkan saat pembuatan memek.

“Makanan khas memek Simeulue ini merupakan warisan lelulur dari nenek moyang kita dulu,” kata Asmanuddin.

Menurut Asmanuddin, masyarakat Simeulue sejak zaman dulu membuat memek untuk disantap bersama keluarga. Wisatawan yang datang ke sana, dapat meminta warga membuat kuliner tersebut.

Selama ini, memek memang tidak setiap hari bisa dijumpai di pulau yang dikenal dengan penghasil cengkeh dan lobster ini. Soalnya, makanan ini biasanya disajikan pada bulan Ramadan. Pada bulan itu, hampir semua masyarakat membuat memek untuk disantap ketika berbuka puasa.

BACA JUGA:  Laksanakan Meuseuraya Di Makam Tgk Chik Empee Trieng, Ini Harapan Kadisbudpar Aceh

Jika hari biasa, panganan ini cukup sulit untuk menemuinya. Bahkan, di lokasi jajanan di Pulau Simeulue jarang yang menjual ini. Karena makanan ini berbahan santan dan mudah basi. Jika ingin mencicipinya, pengunjung bisa memesan langsung kepada warga di sana, yang rata-rata bisa membuat makanan ini.

Kuliner memek ini dulunya digunakan oleh para nelayan yang ingin melaut. Karena cara pembuatannya yang mudah, nelayan tersebut hanya membawa bahan bakunya saja, pisang dan beras ketan yang sudah digongseng. Makanan ini digunakan untuk pengganti nasi.

“Jadi ini namanya memek. Gak boleh diganti karena dari nenek moyang kami namanya yaitu memek,” kata Asmanuddin.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *