Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Ditolak Bukan Kader, Asrofi Tegaskan Proses Pemilihannya Sesuai Aturan Partai

IMG 20261023 095806
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Asrofi selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes terpilih, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat. (Foto : Istimewa) 

BREBES — Adanya penolakan terhadap penetapan Asrofi sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes terus bergema, terutama terkait status keanggotaannya di partai. Menanggapi hal tersebut, Asrofi memastikan seluruh proses pemilihannya telah berjalan sesuai prosedur dan ketentuan organisasi, sekaligus mengajak seluruh elemen partai untuk tetap bersatu.

Dalam pernyataan di kediamannya, Kelurahan Pulosari, Kecamatan Brebes, pada Kamis (22/10/2025), ia menegaskan bahwa penetapan dirinya melalui Surat Keputusan (SK) DPP Partai Demokrat bukanlah keputusan yang muncul tiba-tiba. Ada rangkaian tahapan panjang yang dilalui secara sah berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“SK penetapan itu bukan sekonyong-konyong langsung muncul. Ada tahapannya,” ujar Asrofi.

Asrofi menjelaskan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Semarang telah secara eksplisit membuka pendaftaran tidak hanya bagi kader internal, tetapi juga dari luar. Hal itu tertulis jelas dalam undangan pendaftaran peserta.

“Di dalam undangan penyerahan berkas itu tercantum dengan jelas bahwa yang diizinkan mendaftar itu bukan cuma kader. Non-kader pun terakomodir,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Soft Launching Cathlab RSUD Brebes: Hadirkan Harapan Baru, Penanganan Jantung dan Stroke Kini Cepat di Daerah

Seluruh proses, mulai pendaftaran, verifikasi berjenjang, hingga penetapan calon telah dilakukan sesuai ketentuan. Bahkan saat pelaksanaan Muskab, kembali dilakukan verifikasi dukungan faktual dari PAC dan DPD peserta.

Menurut Asrofi, dalam sidang pleno Muskab telah mengerucut dua nama calon ketua, dan dirinya terpilih sebagai salah satunya. Jika ada pihak yang mempersoalkan status keanggotaan, seharusnya hal itu disampaikan saat forum berlangsung, bukan setelah hasil ditetapkan.

“Kalau pada saat itu mereka keberatan, kenapa tidak diutarakan pada saat Muskab? Ternyata di Muskab sudah diputuskan di plenonya,” tegasnya.

Setelah hasil Muskab, lanjutnya, penetapan resmi berada di tangan DPP dengan mempertimbangkan hasil verifikasi menyeluruh, termasuk dukungan dari DPD dan seluruh PAC se-Kabupaten Brebes.

“Semua tahapan sudah kita lalui sampai akhirnya ditetapkanlah Asrofi sebagai Ketua DPC. SK-nya juga sudah saya terima secara resmi,” katanya.

Asrofi mengaku sayang jika ada penolakan pasca-terbitnya SK, terutama dari mantan pengurus yang turut hadir dalam proses Muskab di Semarang. Ia memilih bersikap terbuka dan merangkul seluruh elemen partai.

BACA JUGA:  Sembari Serahkan Bansos, Kapolres Langsa Tinjau Bantuan Rumah Polri

“Ibaratnya saya orang tua, ada anaknya beberapa. Ada yang pintar, ada yang kurang pintar, ada yang manut ada yang tidak manut, tapi semua itu anak saya. Sehingga harus saya rangkul semuanya, harus saya beri perhatian semuanya,” ucapnya dengan rendah hati.

Saat ini, timnya telah bersiap untuk masuk ke kantor DPC, namun ia menegaskan belum menempati ruang kerja tersebut dan akan menunggu proses serah terima jabatan serta administrasi secara resmi setelah pelantikan dilaksanakan.

“Saya menunggu setelah pelantikan, ada proses serah terima itu, baru saya mungkin akan menempati kantor tersebut,” pungkasnya.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *