KOTA LANGSA – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Samudra (UNSAM) melaksanakan kegiatan bertajuk “Peningkatan Literasi Evolusi dan Kemampuan Berpikir Ilmiah Berbasis Bukti dan Konteks Kehidupan” di SMA Negeri 3 Langsa.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026 lalu itu merupakan bagian dari pelaksanaan PKM Mandiri Tahun 2026 yang bertujuan memperkuat pemahaman sains dan kemampuan berpikir ilmiah melalui pembelajaran biologi yang berbasis bukti serta dikaitkan dengan fenomena kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dilaksanakan oleh tim PKM Dosen UNSAM yang diketuai oleh Adi Hartono M.Pd dengan anggota Dra. Marjanah M.Pd, serta tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, yaitu Detri Silva Gadixa, Sayenti Sarah, dan Wan Farah Fauzana.
Adapun pembentukan tim pelaksana ditetapkan melalui keputusan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra pada 28 September 2026.
Pelaksanaan kegiatan mendapat izin dari Kepala SMA Negeri 3 Langsa sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan penguatan pendidikan dan literasi sains di lingkungan sekolah.
Adi Hartono M.Pd menjelaskan, bahwa pemilihan tema evolusi didasarkan pada pentingnya pemahaman konsep evolusi dalam menjelaskan keanekaragaman hayati, hubungan kekerabatan antarorganisme, adaptasi makhluk hidup, serta perubahan karakteristik populasi dari generasi ke generasi.
Materi evolusi tidak hanya menuntut peserta didik memahami konsep secara teoretis, tetapi juga mengembangkan kemampuan menginterpretasikan bukti ilmiah dan menghubungkannya dengan fenomena biologis yang dijumpai dalam kehidupan.

“Melalui kegiatan tersebut, literasi evolusi ditempatkan sebagai bagian penting dari penguatan literasi sains,” terang Adi kepada hariandaerah.com, Selasa (20/10/2026).
Selanjutnya Adi menyampaikan, peserta didik perlu memahami bahwa penjelasan ilmiah dibangun melalui pengamatan, analisis data, evaluasi bukti, dan penalaran yang logis.
Oleh karena itu, pembelajaran evolusi dapat dimanfaatkan untuk melatih kemampuan mengidentifikasi permasalahan, membandingkan informasi, mengevaluasi argumentasi, serta menyusun kesimpulan berdasarkan bukti yang relevan.
Menurutnya, dalam konteks pembelajaran, bukti-bukti evolusi, seperti fosil, homologi, perbandingan struktur organisme, serta kesamaan genetik dan molekuler, dapat menjadi sumber belajar untuk memahami hubungan kekerabatan dan perubahan makhluk hidup.
Fenomena adaptasi organisme terhadap lingkungan dan perubahan karakteristik populasi juga dapat digunakan untuk menjelaskan relevansi konsep evolusi dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendekatan berbasis bukti dan konteks nyata diharapkan membantu peserta didik membangun pemahaman yang lebih utuh serta menghindari penafsiran yang kurang tepat terhadap konsep-konsep evolusi,” sebut Adi.
Ketua Tim PKM ini mengatakan, selain penguatan pemahaman konseptual, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir ilmiah sebagai bekal menghadapi perkembangan informasi di era digital.
Peserta didik perlu memiliki kemampuan untuk menilai informasi secara kritis, membedakan klaim yang didukung bukti dari pendapat yang belum teruji, serta menyampaikan argumentasi secara rasional.
“Kompetensi tersebut tidak hanya bermanfaat dalam pembelajaran biologi, tetapi juga dalam memahami berbagai persoalan sains dan lingkungan di masyarakat,” katanya lagi.
Adi menerangkan, pelaksanaan PKM juga mencerminkan komitmen Universitas Samudra dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan kualitas pendidikan.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak sekolah juga menjadi ruang untuk memperluas pemanfaatan pengetahuan akademik dalam mendukung pembelajaran di tingkat pendidikan menengah.
Melalui kegiatan bertema “Peningkatan Literasi Evolusi dan Kemampuan Berpikir Ilmiah Berbasis Bukti dan Konteks Kehidupan”, tim pengabdian berharap penguatan literasi sains dapat terus dikembangkan melalui pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada bukti ilmiah.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun budaya berpikir kritis, logis, dan ilmiah di kalangan peserta didik,” ungkap Adi.














