Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Waspada! Penipuan Berkedok Bantuan Wali Kota Lhokseumawe Sasar Balai Pengajian

WhatsApp Image 2025 03 10 at 21.30.41
Waspada! Penipuan Berkedok Bantuan Wali Kota Lhokseumawe Sasar Balai Pengajian. (Ist).

LHOKSEUMAWE – Masyarakat Kota Lhokseumawe diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Tim Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar. Penipuan ini menyasar balai-balai pengajian dengan dalih pemberian bantuan dana.

Modus yang digunakan pelaku adalah mengirimkan bukti transfer palsu kepada pengelola balai pengajian, seolah-olah dana bantuan telah diberikan. Selanjutnya, pelaku meminta pengelola untuk mengembalikan sejumlah uang yang diklaim telah ditransfer, padahal dana tersebut sebenarnya tidak pernah dikirimkan.

Menyikapi hal ini, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Lhokseumawe, Darius, S.Sn, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe tidak pernah menyalurkan bantuan dengan mekanisme seperti itu.

BACA JUGA:  Bahas Peralihan Bekas Lapas Sinabang, 2 Legislator Simeulue Sambangi Kemenkumham RI

“Kami menegaskan bahwa segala bentuk bantuan dari Pemerintah Kota Lhokseumawe memiliki prosedur resmi dan transparan. Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengelola balai pengajian, untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika mendapatkan permintaan yang mencurigakan,” ujar Darius, Minggu (9/3/2025).

Ia juga mengingatkan agar masyarakat selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan bantuan keuangan.

“Jika ada pihak yang mengaku dari Tim Wali Kota dan meminta pengembalian dana, jangan langsung percaya. Segera hubungi pihak berwenang atau laporkan ke instansi terkait agar tidak ada korban yang tertipu,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pj Bupati Nagan Raya Fitriany Farhas Tinjau Langsung Lokasi Nanjir di Gampong Ujong Krueng

Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen melindungi masyarakat dari praktik penipuan semacam ini dan akan terus meningkatkan sosialisasi serta pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *