Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kapolda Aceh dan Pengurus Masjid Raya Gelar Doa Bersama untuk Kedamaian Aksi Unjuk Rasa

WhatsApp Image 2025 09 01 at 11.08.48
Kapolda Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah bersama pengurus Masjid Raya Baiturrahman menggelar doa bersama untuk kelancaran dan kedamaian aksi unjuk rasa, Senin (1/9/2025). (Foto: hariandaerah.com/H/Jbr).

BANDA ACEH — Kapolda Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah bersama jajaran pengurus Masjid Raya Baiturrahman menggelar doa bersama, Senin (1/9/2025). Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kelancaran, dan kedamaian aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan serta keindahan Masjid Raya sebagai ikon kebanggaan masyarakat Aceh. Ia mengajak seluruh pihak untuk ikut serta menjaga suasana damai, khususnya saat masyarakat menyampaikan aspirasi.

“Masjid Raya adalah simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Aceh. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk merawatnya sekaligus menjaga suasana tetap kondusif. Mari kita berdoa agar aksi yang berlangsung hari ini berjalan aman, lancar, dan tidak menimbulkan kerugian,” ujar Kapolda.

BACA JUGA:  Menyayat Luka Lama Aceh, Jubir KPA Luar Negeri Kritik Keras Pernyataan Yusril Soal MoU Helsinki dan UU 24/1956

Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Syiah Kuala, ulama besar sekaligus tokoh penyebar Islam di Aceh. Menurut Kapolda, ziarah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan ulama dan pengingat bahwa masyarakat Aceh memiliki tradisi kuat menjunjung tinggi nilai kedamaian dan adab.

“Ulama terdahulu mengajarkan kita menyelesaikan perbedaan dengan musyawarah, bukan pertentangan. Semoga doa kita bersama menjadi wasilah agar Aceh selalu dalam lindungan Allah, damai, dan masyarakatnya rukun,” tambahnya.

BACA JUGA:  Kapolda Aceh Kunjungi DPRA, Perkuat Sinergi dalam Menjaga Stabilitas Kamtibmas

Pengurus Masjid Raya menyambut baik ajakan Kapolda dan menyatakan siap mendukung upaya menjaga kedamaian, baik di lingkungan masjid maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Abituren Akabri 1991 itu juga berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi isu yang berpotensi memecah belah.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *