ACEH UTARA — Aliansi Indonesia Provinsi Aceh meminta pemerintah pusat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Leubok Mane, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Percepatan ini dinilai mendesak agar huntara dapat segera ditempati warga sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.(30/1/26)
Ketua Lembaga Aliansi Indonesia Provinsi Aceh, Agus Salim Anzib, menyampaikan bahwa hingga saat ini warga korban banjir masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi terbatas saat kunjunganlangsung ke Leubok Mane. Sementara itu, pembangunan huntara yang diperuntukkan bagi 41 kepala keluarga (KK) di Desa Leubok Mane masih dalam proses.
“Kami berharap pembangunan huntara ini dapat dipercepat penyelesaiannya agar warga bisa segera menempati hunian yang lebih layak, terutama menjelang Ramadhan. Tinggal di tenda pengungsian dalam waktu lama sangat berisiko bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Agus Salim Anzib, Jumat (30/1).
Selain mendesak percepatan pembangunan huntara, Aliansi Indonesia Aceh juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah penanganan lingkungan di sekitar lokasi pembangunan, khususnya terkait kondisi jalan yang berdebu.
Menurut Agus Salim, aktivitas kendaraan proyek yang melintas setiap hari, baik mobil maupun sepeda motor, menimbulkan debu tebal yang berdampak langsung pada kesehatan warga sekitar.
“Debu jalan ini sudah sangat mengganggu dan berpotensi menyebabkan penyakit pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Kami mendesak dinas terkait agar rutin melakukan penyiraman jalan supaya masyarakat bisa segera pulih dan tidak mengalami gangguan kesehatan berkepanjangan,” tegasnya.
Aliansi Indonesia Aceh berharap pemerintah daerah lebih responsif dan serius dalam menangani dampak pascabencana, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak.








