Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pengamanan Strong Point dan Gatur Lalin Gelar Detasemen Perintis, Jakarta Aman dan Lancar

IMG 20260211 WA0032
Keterangan foto : Di bawah pimpinan langsung AKBP Trie Sis Biantoro personel melakukan pengecekan terakhir terhadap perlengkapan dan kesiapan diri sebelum berangkat ke lokasi masing-masing, Rabu (11/2/2026)

Hariandaerah.com Jakarta – Ketika sebagian besar warga ibu kota masih terlelap dalam tidur, sekitar 70 personel Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri sudah berkumpul di markasnya. Suasana penuh kesungguhan meliputi setiap wajah petugas yang akan menjalankan tugas penting: menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat melalui pengamanan Strong Point dan Patroli Dialogis di sejumlah titik strategis Jakarta.

Di bawah pimpinan langsung AKBP Trie Sis Biantoro personel melakukan pengecekan terakhir terhadap perlengkapan dan kesiapan diri sebelum berangkat ke lokasi masing-masing. Pukul 05.00 WIB tepat, konvoi petugas bergerak menuju tiga kawasan ikonik yang dikenal dengan mobilitas masyarakat tinggi: Bundaran HI, kawasan Monas, dan Kota Tua Jakarta.

Di Bundaran HI Mengatur Lalu Lintas dengan Cermat

Saat matahari mulai menunjukkan sinarnya di ufuk timur, arus kendaraan mulai meningkat di Bundaran HI – salah satu simpang penting yang menghubungkan berbagai arah di pusat kota. Personel yang ditempatkan di sini langsung bergerak mengatur aliran lalu lintas (gatur lalin). Petugas dengan tangan terlatih memberikan isyarat yang jelas, mengarahkan kendaraan roda empat, dua, serta pengendara sepeda motor agar dapat melintas dengan lancar.

Tak hanya fokus pada pengaturan jalan, petugas juga menyapa setiap pengendara yang berhenti di lampu merah. “Pak, mohon selalu menggunakan helm yang standar dan menjaga jarak aman ya,” ujar salah satu petugas kepada pengendara sepeda motor. Dialogis seperti ini menjadi bagian penting dari kegiatan hari itu, di mana petugas tidak hanya bertindak sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan bersama.

BACA JUGA:  FS Tersangka, Ketua Setara Institute: Kapolri Lulus Eksamen Terberat

Di Kawasan Monas Mengamankan Ruang Publik dengan Hati

Sementara itu di kawasan Monas, beberapa titik Strong Point telah dibangun untuk mengamankan area yang sering menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, baik untuk beraktivitas pagi maupun perjalanan kerja. Personel berposisi di titik-titik strategis seperti gerbang utama Monas, sekitar Alun-Alun Selatan, dan dekat dengan jalur pejalan kaki yang ramai.

Selain mengawasi situasi keamanan umum, petugas juga berinteraksi dengan warga yang sedang berolahraga pagi. Mereka memberikan imbauan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta mengingatkan untuk selalu waspada terhadap barang berharga guna menghindari tindak kejahatan ringan seperti pencurian. “Kita ingin masyarakat merasa aman saat berada di ruang publik. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk mengawasi, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman,” jelas salah satu petugas yang bertugas di area tersebut.

Di Kota Tua Jakarta Menjaga Kelancaran dan Keasrian Kawasan Bersejarah

Di sisi lain kota, Kota Tua Jakarta yang penuh dengan nuansa sejarah juga menjadi fokus kegiatan. Volume kendaraan dan wisatawan yang mulai datang sejak pagi hari menjadi tantangan tersendiri. Personel yang ditempatkan di sini bekerja sama dengan petugas keamanan lokal untuk mengatur parkir kendaraan serta mengarahkan aliran lalu lintas agar tidak mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung.

Patroli Dialogis di kawasan ini juga menyentuh aspek pelestarian kawasan bersejarah. Petugas mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak bangunan bersejarah. “Kota Tua adalah warisan kita bersama, mari kita jaga agar tetap indah dan menjadi sumber kebanggaan bagi Jakarta,” ujar petugas saat berbicara dengan sekelompok wisatawan muda.

BACA JUGA:  Jelang dan Pasca Idulfitri Tahun 2026, Pemerintah Tetapkan WFA Bagi Pekerja/Buruh

Tantangan yang Dihadapi dan Capaian yang Dicapai

Selama lima jam pelaksanaan kegiatan (05.00 – 10.00 WIB), personel menghadapi beberapa tantangan, antara lain volume kendaraan yang meningkat tajam seiring dengan masuknya jam sibuk pagi, serta cuaca yang fluktuatif dengan munculnya gerimis di beberapa bagian lokasi. Namun, dedikasi dan kerja sama yang solid antar personel membuat semua tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di ketiga kawasan tersebut terpantau aman dan terkendali. Arus lalu lintas berjalan lancar tanpa adanya kecelakaan menonjol. Potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berhasil dideteksi dini melalui kehadiran petugas yang selalu siap siaga. Komunikasi yang erat antara petugas dan warga juga meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas dan peraturan umum.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kita tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan bahwa roda ekonomi dan aktivitas sehari-hari warga Jakarta dapat berjalan dengan lancar. Semoga dengan upaya ini, masyarakat semakin merasakan manfaat dari pelayanan yang kami berikan,” ucap AKBP Trie Sis Biantoro dengan penuh semangat saat menutup kegiatan.

Dengan hasil yang memuaskan, personel Detasemen Perintis Korsabhara kembali berkumpul untuk melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri untuk tugas-tugas selanjutnya, selalu siap hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *