SEMARANG – Dinamika politik internal Partai Demokrat Kabupaten Brebes kian memanas dan menunjukkan arah yang semakin jelas. Dukungan terhadap Bakal Calon Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Brebes, Asrofi, terus menguat. Hal ini terlihat dari penyerahan berkas dukungan yang dilakukan oleh 12 Pengurus Anak Cabang (PAC) kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (12/05/2026).
Penyerahan dokumen tersebut dilakukan oleh perwakilan PAC Kecamatan Brebes, Roso, selaku representasi aspirasi para kader di tingkat akar rumput. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh jajaran Pengurus Sekretariat DPD Partai Demokrat Jawa Tengah yang diwakili oleh sosok akrab disapa “Ibu Din”.
Momentum ini dinilai bukan sekadar agenda administratif rutin, melainkan menjadi sinyal politik nyata atas semakin kokohnya konsolidasi dukungan terhadap Asrofi dalam persaingan memperebutkan kursi pucuk pimpinan DPC Partai Demokrat Brebes.
Dalam keterangannya, Roso menegaskan bahwa dukungan dari sejumlah PAC tersebut lahir dari hasil komunikasi dan diskusi panjang antar kader. Para kader menginginkan hadirnya wajah kepemimpinan baru dengan pendekatan yang lebih aktif, komunikatif, serta mampu membangun solidaritas organisasi hingga ke tingkat paling bawah.
“Ini bukan sekadar dukungan kepada pribadi, melainkan bentuk harapan para kader agar Partai Demokrat Brebes memiliki energi baru, lebih solid, dan semakin dekat dengan masyarakat. Kami menilai, figur Pak Asrofi memiliki kapasitas dan visi yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Roso.
Sementara itu, pihak Sekretariat DPD Partai Demokrat Jawa Tengah melalui Ibu Din menyampaikan apresiasi atas proses konsolidasi yang berjalan secara terbuka, transparan, dan demokratis. Ia menegaskan bahwa seluruh dinamika dukungan yang terjadi merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang wajar, namun harus tetap dijaga dengan semangat persatuan dan kedewasaan politik.
Menguatnya dukungan terhadap nama Asrofi pun menjadi sorotan kalangan pengamat politik. Seorang analis politik dan komunikasi pemerintahan di Jawa Tengah, Diryo Suparto, S.Sos., M.Si., menilai dukungan dari 12 PAC memiliki makna strategis yang besar karena menunjukkan adanya legitimasi struktural yang kuat dari tingkat kecamatan.
“Dalam dinamika partai politik, dukungan dari PAC adalah indikator paling penting. Sebab, PAC adalah struktur yang paling langsung bersentuhan dengan kader dan masyarakat. Ketika dukungan mulai terkonsolidasi dari bawah, itu bukti nyata adanya kepercayaan terhadap figur yang dianggap mampu membawa perubahan bagi organisasi,” jelas Diryo Suparto.
Ia menambahkan, langkah konsolidasi yang dilakukan kubu pendukung Asrofi sejauh ini dinilai cukup efektif dalam membangun persepsi politik yang positif di mata publik maupun kader. Meski demikian, tantangan terbesar ke depan bukan lagi mengumpulkan dukungan, melainkan bagaimana menjaga keutuhan dan soliditas setelah dukungan tersebut terbentuk.
Lebih lanjut, Diryo Suparto pun memberikan sejumlah catatan dan strategi penting yang harus dilakukan ke depan, antara lain:
Mengedepankan politik persatuan serta menghindari segala bentuk polarisasi atau perpecahan internal antar kader.
Memperkuat komunikasi politik yang sejuk, santun, dan membangun citra kepemimpinan yang merangkul semua elemen.
Menyusun program kerja konkret yang bertujuan memperkuat struktur partai hingga ke tingkat ranting.
Meningkatkan keterlibatan generasi muda dan kader milenial agar semakin aktif dalam aktivitas politik organisasi.
Mengoptimalkan kerja-kerja sosial dan komunikasi publik, agar Partai Demokrat kembali hadir dan dekat dengan masyarakat akar rumput.
Menurutnya, jika konsolidasi yang sudah dibangun ini mampu dijaga secara konsisten dan dijalankan dengan strategi yang tepat, maka peluang terbentuknya kepemimpinan yang kuat, stabil, dan berkelanjutan di tubuh Partai Demokrat Brebes akan semakin terbuka lebar.
Di tengah situasi politik daerah yang terus bergerak dinamis, gelombang dukungan masif dari 12 PAC terhadap Asrofi menjadi momentum penentu arah masa depan Partai Demokrat Kabupaten Brebes. Kini, publik dan seluruh kader menanti bagaimana proses politik internal ini berakhir, serta apakah konsolidasi yang sudah dibangun mampu diterjemahkan menjadi kekuatan organisasi yang lebih progresif, tangguh, dan kompetitif di masa mendatang.














