Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Keluarga Perintis Kemerdekaan RI Minta Presiden Kembalikan Pesawat Garuda Aktif untuk Aceh

Picsart 26 02 17 18 34 09 615
Agusssalim Anzib bin Panglima Andip Perintis perdamaian Aceh. hariandaerah.com/foto. nurmansyah

ACEH — Keluarga Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia asal Aceh menyampaikan permohonan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, agar mengembalikan satu unit pesawat Garuda Indonesia yang aktif untuk dijadikan aset daerah Provinsi Aceh. Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi besar rakyat Aceh terhadap perjuangan bangsa pada masa awal kemerdekaan.

Agusssalim Anzib bin Panglima Andip, yang mengaku sebagai ahli waris keluarga perintis kemerdekaan, menyatakan bahwa sejarah mencatat rakyat Aceh pernah mengumpulkan uang dan emas untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia sebagai modal perjuangan negara yang baru berdiri saat itu.

“Rakyat Aceh dengan penuh keikhlasan mengumpulkan emas dan harta benda demi membeli pesawat pertama Republik Indonesia. Itu bukan sekadar simbol, tetapi bukti nyata komitmen Aceh terhadap tegaknya NKRI,” ujar Agusssalim Anzib dalam keterangan tertulisnya, Selasa.(17/2/26)

Ia menambahkan, penggalangan dana tersebut dilakukan di bawah komando ulama kharismatik Aceh, Abu Daud Beureueh, yang memimpin pergerakan masyarakat saat itu untuk mendukung kebutuhan negara.

BACA JUGA:  Globalisasi dan Hukum Kepailitan di Indonesia

Menurut Agusssalim, kontribusi Aceh dalam pembelian pesawat yang kemudian menjadi cikal bakal armada nasional, termasuk maskapai kebanggaan negara Garuda Indonesia, merupakan bagian penting dari sejarah nasional yang patut dikenang dan dihargai.

“Sebagai keluarga Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia dan mewakili aspirasi masyarakat Aceh, kami meminta Bapak Presiden Prabowo Subianto agar mengembalikan satu pesawat Garuda yang aktif untuk Aceh sebagai aset daerah. Ini adalah bentuk balas jasa atas pengorbanan rakyat Aceh terhadap bangsa Indonesia,” kata dia.

Agusssalim juga menyebutkan bahwa ayahnya, Panglima Andip, kelahiran 1918, merupakan pejuang yang pernah terlibat dalam pertempuran melawan Belanda dan telah terdaftar di Pemerintah Aceh sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain itu, Agusssalim mengaku pernah terlibat sebagai bagian dari tim lapangan Perintis perdamaian Aceh di saat Aceh dilanda konflik bersenjata. Keterlibatan tersebut, menurutnya, merupakan wujud komitmen keluarga dalam menjaga tegaknya Merah Putih dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA:  Polemik Pemagaran Laut di Tangerang, Pimpinan Komisi II DPR RI Akan Panggil Menteri ATR/BPN

Sebelumnya, pemerintah telah menerima hibah satu unit pesawat tidak aktif dari Garuda Indonesia yang kini ditempatkan di Asrama Haji Kelas I Aceh untuk mendukung pembinaan calon jemaah haji. Namun, menurut Agusssalim, langkah tersebut dinilai belum sebanding dengan kontribusi historis Aceh terhadap negara.

“Kami mengapresiasi hibah pesawat tersebut. Tetapi jika melihat sejarah perjuangan Aceh untuk Republik, sudah sepatutnya Aceh juga memiliki pesawat Garuda yang aktif sebagai kebanggaan dan simbol penghormatan negara kepada rakyat Aceh,” ujarnya.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *