KOTA LANGSA – Pendaftaran mahasiswa baru Pascasarjana Program Doktor (S-3) Studi Islam di IAIN Langsa dibuka mulai pada akhir Maret ini, tepatnya tanggal 30 Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution MA kepada wartawan hariandaerah.com, Jum’at (13/03)2026).
Rektor IAIN Langsa kepada calon mahasiswa baru program doktor mengatakan agar dapat menghubungi nomor contact an. Dr. Nur Balqis M.Pd.I (0813-9610-9008) atau dapat datang langsung ke sekretariat di Gedung Pascasarjana Lt. I, Jln. Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, nomor telpon (0641) 23129.
Untuk biaya pendaftaran dan biaya kuliah dapat ditanyakan langsung ke nomor kontak dan sekretariat Pascasarjana, serta syarat pendaftaran dapat diakses melalui link, yaitu: https//pmb.iainlangsa.ac.id/jalur-seleksi-detail/69.
“Izin Penyelenggaraan Program S-3 Studi Islam Pascasarjana IAIN Langsa tahun akademik 2026/2027 dari KMA RI sesuai dengan nomor 16 tahun 2026,” ucap Rektor IAIN Langsa.
Jadwal Pendaftaran Program S-3 IAIN Langsa
*Pendaftaran: 30 Maret s/d 5 Juni 2026
* Tes Tulis dan Wawancara: 10-11 Juni 2026
* Pengumuman: 16 Juni 2026
* Registrasi Ulang: 17 Juni s/d 31 Juli 2026
* Stadium General: 3 September 2026
* Awal Perkuliahan: 7 September 2026
Profesor Ismail Fahmi menjelaskan, untuk materi ujian calon mahasiswa baru ini nantinya meliputi dua jenis, yaitu Ujian Tulis terdiri dari Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Tes Potensi Akademik (TPA), serta Ujian Lisan melalui wawancara proposal disertasi.
Selanjutnya disampaikan, bahwa Program Doktor Studi Islam di IAIN Langsa mengkaji beragam bidang keilmuan Islam sekaligus isu dalam wacana keagamaan.
Mahasiswa memiliki keleluasaan mengembangkan riset berbasis kajian literatur, penelitian lapangan maupun pendekatan indisipliner, serta memfokuskan kajian pada bidang tertentu.
Misalnya: Al-Quran dan Hadist, ekonomi islam, pemikiran Islam, hukum Islam, pendidikan Islam, politik Islam, sejarah kebudayaan Islam, ekoteologi, gender, studi kawasan dunia Islam, sejarah sosial pendidikan Islam dan lain sebagainya.
“Seluruh kajian tersebut terformulasi dalam disertasi sebagai wujud spesialisasi dan kematangan akademik para lulusan nantinya,” ungkap Prof. Ismail Fahmi.














