Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Perkuat Transformasi Menuju UIN, IAIN Langsa FGD di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

IMG 20260602 222032
Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi didampingi Warek saat jelaskan pentingnya memperkuat langkah transformasi kelembagaan menuju UIN dalam FGD di UIN Lhokseumawe. (Foto:hariandaerah.com/Humas).

LHOKSEUMAWE – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kelembagaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe pada hari Selasa sampai Rabu (2-3 Juni 2026).

Hal ini dilakukan untuk memperkuat dan memantapkan langkah transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri (UIN) Zawiyah Cot Kala Langsa.

FGD dipimpin langsung oleh Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf NST MA yang didampingi Wakil Rektor I Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy MA, Wakil Rektor II Dr. T. Wildan, MA, Kepala Biro AUAK Drs. H. Amrun Saleh MA, serta tim transformasi dan penyusun borang alih status IAIN Langsa.

Rektor IAIN Langsa menyampaikan bahwa kunjungan dan FGD ini merupakan bagian dari upaya memperkuat strategi percepatan transformasi kelembagaan, khususnya setelah usulan perubahan bentuk IAIN Langsa menjadi UIN saat ini telah memasuki tahapan pembahasan di Kementerian PAN-RB.

BACA JUGA:  PJ Bupati Aceh Besar Lantik Anggota KIP Aceh Besar

“FGD ini sangat penting untuk memperoleh pembelajaran langsung dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang baru saja berhasil melewati proses transformasi,” ucap Rektor IAIN Langsa dalam sambutannya.

Lebih lanjut Prof. Ismail Fahmi menjelaskan, bahwa dengan FGD pihaknya ingin mendapat gambaran yang lebih komprehensif terkait tahapan akhir transformasi, tantangan yang dihadapi, serta strategi yang efektif dalam mengawal proses hingga memperoleh persetujuan pemerintah pusat.

Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan roadmap transformasi, tata kelola kelembagaan pasca perubahan bentuk, pengembangan program studi multidisipliner, penguatan sumber daya manusia, hingga strategi membangun dukungan lintas kementerian dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, transformasi IAIN Langsa menjadi UIN Zawiyah Cot Kala Langsa bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi Islam yang lebih inklusif, integratif, dan berdaya saing dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta pembangunan daerah.

BACA JUGA:  Pengembangan Pendidikan, IAIN Langsa Buka Program S3 Bidang Studi Islam

“Kami melihat transformasi ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh. Karena itu, setiap tahapan harus dipersiapkan secara matang agar transformasi yang dilakukan benar-benar menghasilkan penguatan kualitas akademik, kelembagaan, dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat,” ungkap Prof. Ismail Fahmi.

IAIN Langsa juga menyampaikan apresiasi kepada UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe atas sambutan hangat, keterbukaan, dan berbagai pengalaman berharga yang dibagikan selama pelaksanaan FGD.

Melalui FGD, IAIN Langsa berharap memperoleh berbagai masukan strategis yang dapat menjadi bahan penyempurnaan langkah percepatan transformasi menuju UIN Zawiyah Cot Kala Langsa serta memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *