SIMEULUE – Warga Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, mengeluhkan kondisi pasokan listrik yang tak stabil selama sepekan ini dalam bulan Ramadhan. Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali disebut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari saat menjalankan ibadah terawih dan sahur.
Salah seorang warga Desa Labuhan Jaya, Doni (26), mengatakan pemadaman listrik bahkan bisa terjadi hingga dua sampai tiga kali dalam sepekan ini.
“Lampu sering mati sekitar pukul 21.00 WIB dan biasanya baru menyala kembali saat memasuki waktu sahur,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Rindi (27). Ia mengaku kesal kondisi listrik yang kerap hidup-mati dalam waktu singkat, bahkan dalam sehari bisa beberapa kali padam.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena berpotensi merusak peralatan elektronik miliknya.
“Mati terus lampunya, padahal kita tidak pernah telat bayar listrik. Kalau hidup sebentar lalu mati lagi, kita khawatir barang elektronik bisa rusak,” ungkapnya.
Tak hanya itu, menurut Rindi, akibat listrik yang padam tak menentu, jaringan internet juga ikut terganggu.
“Transaksi dan komunikasi kami dengan keluarga jauh juga ikut terganggu, kami sangat terganggu dan dirugikan akibat listrik yang nggak jelas hidupnya ini,” keluhnya.
Ia berharap pihak PLN ULP Sinabang dapat segera melakukan perbaikan teknis agar pasokan listrik di wilayah Teupah Selatan kembali normal.
“Saya berharap gangguan listrik dapat segera diatasi agar tidak mengganggu kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas terutama ibadah selama bulan Ramadhan dan menjelang Idhul Fitri ini,” pungkasnya.














