Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Siapkan Generasi Muda Hadapi Era Digital, Polres Tegal Kota Gandeng AI ASEAN/Mafindo Gelar Pelatihan AI Ready ASEAN

IMG 20260409 WA0118
Polres Tegal Kota berkolaborasi dengan AI ASEAN/Mafindo menggelar pelatihan bertajuk "AI Ready ASEAN" yang menyasar para pelajar SMA dan SMK.(Foto dok hariandaerah.com)

KOTA TEGAL – Langkah nyata menyiapkan generasi muda yang tangguh di tengah derasnya arus transformasi teknologi terus digalakkan. Polres Tegal Kota berkolaborasi dengan AI ASEAN/Mafindo menggelar pelatihan bertajuk “AI Ready ASEAN” yang menyasar para pelajar SMA dan SMK. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Tegal ini digelar pada Kamis (9/4/2026).

Acara ini menjadi ruang belajar interaktif bagi siswa untuk mendalami dunia Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara menyeluruh. Materi yang disajikan mencakup konsep dasar, etika penggunaan, hingga sesi praktik langsung melalui sistem Learning Management System (LMS) AI Ready ASEAN.

Dalam sambutan pembukaannya, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menegaskan bahwa kehadiran AI telah membawa perubahan besar dalam berbagai sendi kehidupan, mulai dari cara belajar, bekerja, hingga berinteraksi sosial. Oleh karena itu, pelajar harus dibekali kemampuan untuk mengikuti arus tersebut.

“AI telah mengubah cara kita belajar, bekerja, hingga berinteraksi. Karena itu, pelajar harus siap dan mampu memanfaatkannya secara bijak,” ujar Heru.

BACA JUGA:  Polresta Tegal Sterilisasi Gereja, Siapkan 350 Personil Untuk Tri Hari Suci Paskah 2026

Ia menekankan bahwa kehadiran teknologi ini seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman yang menggantikan peran manusia. Sebaliknya, AI hadir sebagai alat bantu yang mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas jika dimanfaatkan dengan benar.

“AI tidak menggantikan manusia. Justru menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan berpikir, berkreasi, dan berinovasi,” tegasnya.

Heru juga mengingatkan para siswa untuk senantiasa bertanggung jawab dalam bermedia teknologi. Ia mendorong agar AI digunakan untuk hal-hal produktif seperti mendukung tugas sekolah, riset, dan mengembangkan kreativitas, serta menghindari penyalahgunaan seperti plagiarisme.

“Jadikan AI sebagai pemicu ide, bukan pengganti proses berpikir,” tambahnya.

Selain membekali siswa, Kapolres juga menyoroti peran krusial para pendidik untuk terus mengawal dan membimbing siswa agar pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah tetap berada dalam koridor yang positif.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Tegal, Uti Bisnuharti, menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan baru bagi para siswa untuk lebih cerdas menyikapi kemajuan zaman.

BACA JUGA:  Dinkopumdag Brebes Gelar Pelatihan Manajemen Kafe dan Barista, Dorong UMKM Kopi Naik Kelas

“Program ini membantu siswa lebih bijak dan beretika dalam memanfaatkan teknologi AI, sekaligus mampu memilah dampak positif dan negatifnya,” ungkap Uti.

Penguatan karakter pun tak luput disisipkan dalam kegiatan ini. Melalui dukungan dari Bank Indonesia, para siswa juga mendapatkan materi program “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”. Langkah ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah gempuran budaya digital.

Diharapkan, pelatihan ini tidak hanya sekadar meningkatkan literasi digital semata, tetapi juga mampu membentuk generasi muda Kota Tegal yang adaptif, berintegritas, berkarakter kuat, dan siap bersaing menghadapi tantangan masa depan.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *