SIMEULUE – Meningkatnya kasus kehilangan atau pencurian barang milik wisatawan yang sedang berkunjung ke Kabupaten Simeulue menjadi sorotan berbagai pihak. Kondisi tersebut dinilai dapat mencoreng citra daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, khususnya bagi wisatawan mancanegara pecinta selancar.
Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Simeulue, Marwan, S.Sos, meminta Pemerintah Kabupaten Simeulue untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan keamanan wisatawan.
Menurutnya, upaya mempromosikan pariwisata tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial penyambutan tamu, tetapi juga harus dibarengi dengan jaminan keamanan dan kenyamanan selama wisatawan berada di daerah tersebut.
“Keamanan wisatawan harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai kita hanya fokus pada acara penyambutan dan promosi, sementara persoalan keamanan di lapangan justru diabaikan,” kata Marwan kepada media ini, Kamis (04/06/2025).
Ia menilai, setiap kejadian kehilangan yang menimpa wisatawan berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap citra pariwisata Simeulue. Apalagi di era digital saat ini, pengalaman buruk yang dialami seorang wisatawan dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial dan berbagai platform perjalanan.
Menurut Marwan, Pemerintah Kabupaten Simeulue perlu berkoordinasi dengan aparat keamanan, pelaku usaha pariwisata, pengelola penginapan, hingga masyarakat di sekitar kawasan wisata untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi para pengunjung.
“Ketika wisatawan merasa aman dan nyaman, mereka akan kembali lagi, bahkan merekomendasikan Simeulue kepada rekan dan keluarganya. Sebaliknya, jika kasus kehilangan terus terjadi, tentu akan berdampak pada kepercayaan wisatawan terhadap daerah ini,” ujarnya.
Marwan menegaskan, wisatawan yang datang ke Simeulue bukan sekadar tamu, melainkan bagian penting dari penggerak roda perekonomian masyarakat. Kehadiran mereka memberikan manfaat langsung bagi berbagai sektor usaha lokal.
“Mulai dari pemilik penginapan, penyedia transportasi, rumah makan, pelaku UMKM, nelayan, jasa pemandu selancar (surfing guide), hingga pedagang kecil di sekitar lokasi wisata, semuanya turut merasakan dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan,” tegasnya.
Karena itu, lanjut Marwan, pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat sistem keamanan di kawasan wisata, termasuk meningkatkan pengawasan pada titik-titik yang rawan terjadinya tindak pencurian.
“Pariwisata adalah salah satu aset penting Simeulue. Menjaga keamanan wisatawan sama artinya dengan menjaga masa depan ekonomi masyarakat. Jangan sampai karena persoalan yang sebenarnya bisa dicegah, nama baik Simeulue justru tercoreng di mata dunia,” tegasnya.
Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan ke Simeulue dalam beberapa tahun terakhir, Marwan berharap keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan.
“Sebab, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari keindahan alamnya, tetapi juga dari rasa aman yang dirasakan setiap wisatawan yang datang berkunjung,” harapnya. (Q)













