Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pecahkan Rekor MURI, 59.410 Pelajar Brebes Deklarasi Tertib Lalu Lintas

IMG 20260502 WA0034
Sebagai bentuk pengakuan resmi, Museum Rekor-Dunia Indonesia menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemrakarsa dan penggagas utama kegiatan ini.(Foto humas Polres Brebes for hariandaerah.com)

BREBES – Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten yang dirangkaikan dengan aksi luar biasa pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes, Sabtu (2/5/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, selaku Inspektur Upacara. Hadir secara langsung sekitar 3.000 peserta yang terdiri dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI, Polri, guru, dosen, mahasiswa, hingga perwakilan pelajar.

Puncak acara ditandai dengan pelaksanaan Deklarasi Tertib Berlalu Lintas dan Membaca Buku Panduan Lalu Lintas Terbanyak. Awalnya panitia menargetkan partisipasi sebanyak 30.000 peserta, namun setelah diverifikasi secara resmi oleh tim verifikator MURI, jumlah peserta justru melonjak jauh melebihi target. Tercatat sebanyak 59.410 pelajar dari 966 sekolah di seluruh jenjang pendidikan terlibat dalam aksi ini, baik yang mengikuti secara luring maupun melalui sistem hybrid.

Usai acara, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, SH, SIK, MIR, MIP memberikan tanggapan terkait latar belakang diadakannya kegiatan bersejarah ini. Menurutnya, aksi ini dilandasi oleh keprihatinan pihak kepolisian melihat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kalangan pelajar di wilayah hukum Brebes.

BACA JUGA:  Bupati Annisa Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi Bersama KPK RI

“Berdasarkan data yang kami miliki, sebagian besar kasus kecelakaan yang terjadi di Brebes melibatkan anak-anak pelajar. Oleh karena itu, kami berinisiatif membangun kepedulian mereka, agar sejak dini memahami pentingnya aturan dan mau menerapkan budaya tertib selama berada di jalan raya,” ungkap AKBP Lilik.

Ia menegaskan bahwa torehan rekor ini bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi titik awal gerakan yang lebih masif dan berkelanjutan ke depannya.

“Ini bukan final, ini baru permulaan. Ke depannya kami akan terus menggelorakan semangat ini. Pesan utama yang kami bawa adalah bagaimana membuat seluruh masyarakat Brebes, khususnya generasi muda, memiliki kesadaran penuh untuk berlalu lintas dengan baik dan tertib. Sebagaimana kita ketahui, nyawa adalah anugerah yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya,” tegasnya.

Terkait keterlibatan siswa Sekolah Dasar (SD) dalam kegiatan ini, Kapolres menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Penanaman pengetahuan dan nilai kedisiplinan diberikan sedini mungkin agar melekat hingga mereka dewasa.

BACA JUGA:  Geuchik Seunebok Jual Aset Gampong, Uang Tidak Masuk Ke Rekening BUMG

“Keterlibatan anak usia dini ini adalah bagian dari strategi kami. Kami ingin memberikan pemahaman menyeluruh, mana hal yang boleh dilakukan, mana yang harus dipatuhi, dan mana yang harus dihindari. Pendidikan ini kami berikan kepada seluruh generasi, baik yang baru mulai belajar maupun yang sudah memiliki hak untuk mengendarai kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Sebagai bentuk pengakuan resmi, Museum Rekor-Dunia Indonesia menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemrakarsa dan penggagas utama kegiatan. Piagam tersebut diserahkan kepada Bupati Brebes, Kapolres Brebes, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Brebes AKP Ahmad Zaenurrozak, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Sutaryono.

Perwakilan MURI, Ari Andriani, menyatakan bahwa capaian angka 59.410 peserta ini merupakan bukti nyata adanya kepedulian kolektif yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat Brebes terhadap keselamatan dan masa depan generasi mudanya.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *