BREBES — Kreativitas dan kekompakan warga RW 05, Desa Kemurang Kulon, Dukuh Lombang, Kecamatan Tanjung, mencuri perhatian dalam gelaran Brebes Culture Festival 2026 yang berlangsung Sabtu, 29 Agustus 2026. Kontingen yang mewakili Kecamatan Tanjung ini tampil memukau dengan mengarak ogoh-ogoh bertema Bima Sena, diiringi tarian kolosal oleh para putri terbaik setempat.
Yang membuat penampilan ini istimewa adalah seluruh proses pembuatan dan persiapan dilakukan secara mandiri dan gotong royong oleh warga. Ogoh-ogoh Bima Sena tersebut merupakan hasil karya murni putra-putra lokal RW 05, bukan pesanan maupun pembelian dari desa lain.
Tokoh masyarakat setempat, Darim, S.H., menjelaskan bahwa persiapan berlangsung beberapa bulan sebelumnya. Warga berkumpul secara sukarela, ada yang merancang dan merakit ogoh-ogoh, sementara kelompok putri berlatih tarian bersama. Semua dikerjakan dengan penuh keikhlasan demi membawa nama baik lingkungan, khususnya Desa Kemurang Kulon Dukuh Lombang, di panggung yang lebih luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa warga kami mampu berkarya dan tampil tanpa harus bergantung pada pihak luar. Kekompakan pemuda-pemudinya juga luar biasa, antusiasme mereka dalam merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini sungguh menyentuh hati,” ujar Darim.
Kegotongroyongan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat desa tetap hidup dan mampu bersaing di ajang bergengsi tingkat kabupaten.
Keberhasilan tampil di Brebes Culture Festival 2026 tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Warga menyampaikan terima kasih kepada Camat Tanjung, Ahmad Sodikin, serta Kepala Desa Kemurang Kulon, Abdurrohim, beserta seluruh perangkat desa yang telah memfasilitasi dan mendukung warga RW 05 sehingga dapat berpartisipasi di acara bergengsi tersebut.
“Terima kasih atas semua dukungan dari semua pihak yang terkait. Semoga di tahun berikutnya kami bisa tampil yang lebih baik lagi,” harap perwakilan tim kontingen.
Penampilan ini sekaligus menjadi wujud perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang penuh kreativitas dan kebersamaan. Ogoh-ogoh Bima Sena yang digarap dengan tangan sendiri, diiringi tarian putri-putri desa yang cantik dan luwes, menjadi bukti bahwa di desa-desa pun tersimpan potensi seni dan budaya yang luar biasa jika diberi ruang untuk berkarya.
Kemurang Kulon Dukuh Lombang kembali membuktikan bahwa keaktifan, kekompakan, dan kreativitas warganya tak pernah pudar. Ke depan, diharapkan semangat ini semakin terjaga dan menginspirasi desa-desa lain untuk turut memajukan budaya lokal melalui karya-karya orisinal.








