Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

DLH Pringsewu Carikan Solusi, Tumpukan Sampah di Pasar Gadingrejo Bakal Digeser

IMG 20250420 WA0006

PRINGSEWU – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait penumpukan sampah di sekitar Pasar Gadingrejo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pringsewu berencana memindahkan lokasi pembuangan sementara sampah yang berada tak jauh dari Gereja Katolik St. Yustinus Martir.

Kepala DLH Pringsewu, Ahmad Fadoli, mengatakan bahwa pihaknya memahami keresahan jemaat gereja atas bau menyengat dari tumpukan sampah yang selama ini mengganggu kenyamanan lingkungan, terutama saat pelaksanaan ibadah.

“Karena lokasinya berada tepat di depan gereja, kami sedang mencari solusi terbaik agar aktivitas ibadah tidak terganggu. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah merencanakan pergeseran lokasi penumpukan sampah,” ujar Fadoli.

BACA JUGA:  Menkes Sebut Untuk Mencegah Stunting, Remaja Harus Terapkan Pola Hidup Sehat dan Rutin Minum TTD

Ia menjelaskan, volume sampah di wilayah Gadingrejo memang tergolong tinggi. Tidak hanya berasal dari aktivitas pasar, namun juga dari masyarakat sekitar yang turut membuang sampah di lokasi tersebut. Hal ini memperparah kondisi penumpukan sampah, terutama jika pengangkutan mengalami kendala.

“Terakhir, tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah kami bersihkan tiga hari lalu. Tapi memang selama ini ada kendala teknis, karena petugas pengangkut sampah hanya satu orang, termasuk yang menaikkan sampah ke atas mobil. Ini yang membuat proses pengangkutan kurang maksimal,” jelasnya.

Meski begitu, DLH memastikan penanganan sampah ke depan akan lebih baik. Armada pengangkut sampah saat ini telah kembali beroperasi secara normal dan siap mendukung kelancaran tugas-tugas kebersihan di seluruh wilayah Pringsewu, terutama di area pasar Gadingrejo.

BACA JUGA:  Perkuat Peran BPOM Untuk Garansi Kesehatan Masyarakat, Begini Pentingnya

“Harapan kami, ke depan tidak ada lagi keterlambatan penanganan sampah. Kami ingin memastikan kenyamanan dan kebersihan lingkungan tetap terjaga, termasuk demi menghormati tempat-tempat ibadah,” pungkas Fadoli. ( Davit)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *