BREBES — Semangat kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia bergemuruh kuat di Kota Bumiayu, Kabupaten Brebes. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi sepanjang jalur karnaval seni, budaya, dan pembangunan yang digelar pada Senin (24/8/2026), menjadikan perayaan ini salah satu gelaran kemerdekaan terbesar di wilayah selatan Brebes.
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 kontingen dengan total 8.500 personel ini dilepas langsung oleh Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., di Lapangan Asri, Jalan Pangeran Diponegoro, Bumiayu, sekitar pukul 08.00 WIB. Karnaval berakhir di Lapangan Muncang, Desa Jatisawit, dengan panggung kehormatan ditempatkan di depan Balai Desa Jatisawit.
Peserta hadir dari berbagai elemen masyarakat, meliputi jenjang pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga kelompok umum — mewakili enam kecamatan wilayah selatan Brebes.
Sejak pagi hari, warga sudah berjejer rapi di sepanjang rute karnaval, tak sabar menyaksikan beragam penampilan. Kostum kreasi yang unik, irama drumband yang menghentak, kesenian tradisional yang memukau, serta yel-yel penuh semangat mengalir satu per satu, menyuarakan cinta tanah air dan semangat persatuan bangsa.
Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, hadir langsung menyaksikan jalannya karnaval. Dari panggung kehormatan, beliau memberikan apresiasi kepada setiap kontingen yang melintas, sekaligus menyapa warga yang hadir.
“Karnaval ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang kreativitas dan sarana memperkuat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan. Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan dalam karya nyata. Mari bergerak bersama untuk pembangunan dan kemajuan Kabupaten Brebes, khususnya wilayah selatan dan Kota Bumiayu,” ujar Bupati.
Beliau juga mengapresiasi kerja keras panitia serta sinergi pemerintah kecamatan, TNI-Polri, lembaga pendidikan, dan seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi sehingga acara berlangsung meriah, aman, tertib, dan lancar.
Kemeriahan karnaval itu tak hanya soal hiburan, tetapi juga membawa berkah ekonomi. Sejumlah pedagang dan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar jalur karnaval meraup keuntungan. Makanan, minuman, jajanan, hingga berbagai kebutuhan pengunjung ludes dibeli warga yang memadati lokasi. Bagi para pedagang, pesta rakyat ini menjadi peluang sekaligus keberkahan yang nyata.
Guna menjamin kelancaran dan keamanan acara, jalur nasional Purwokerto–Tegal yang melintasi kawasan Kota Bumiayu ditutup sementara. Arus kendaraan dialihkan melalui jalur lingkar dan ruas alternatif yang telah disiapkan petugas kepolisian.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut anggota DPRD dari daerah pemilihan setempat, unsur Forkopimca, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.
Sementara itu, Panitia HUT RI Kecamatan Bumiayu, Irham Farihi, menyampaikan harapan agar rangkaian kegiatan ini menjadi momentum mempererat persatuan dan meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, karnaval HUT ke-81 RI di Bumiayu bukan sekadar pesta kemeriahan dan kreativitas. Lebih dari itu, peristiwa ini menegaskan kuatnya ikatan kebersamaan warga sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal — membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan dapat melahirkan kebaikan bersama.














