Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh  

20 Tahun Damai Aceh, Muda Seudang Aceh Selatan Santuni Anak Yatim

WhatsApp Image 2025 08 17 at 14.04.22
Syukuran dan Santunan Anak Yatim, Muda Seudang Aceh Selatan Peringati 20 Tahun Damai Aceh. (Foto: Ist).

ACEH SELATAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Seudang Kabupaten Aceh Selatan menggelar syukuran sekaligus santunan anak yatim di Dusun Tengah, Desa Kampung Paya, Kecamatan Kluet Utara, Minggu (17/8/2025).

Kegiatan ini didukung oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Lhok Tapaktuan sebagai bagian dari peringatan 20 tahun perdamaian Aceh.

Acara tersebut dihadiri Tuha Peut KPA Wilayah Lhok Tapaktuan Husen Yusuf, Juru Bicara KPA Wilayah Lhok Tapaktuan Jalaluddin atau Buyung Tangah, Pimpinan Pesantren Himmatul ‘Amal Pasie Kuala Ba U Abah Muhib, Ketua Forum Pemuda Kluet Raya (FPKR) Tabrani Atim, Ule Bentara Sago Asahan Zainun, Komisioner Baitul Mal Tengku Misbar, serta para pengurus KPA Wilayah Lhok Tapaktuan, Muda Seudang, dan sekitar 100 undangan lainnya.

Tokoh masyarakat Kampung Paya, Damirsyam, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan. Ia berharap momentum HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dapat semakin memperkuat komitmen perdamaian di Aceh.

BACA JUGA:  H. Ramli MS Hadiri Maulid Nabi Muhammad di Pawoh Aceh Selatan

“Mari kita jaga perdamaian ini dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Semoga acara ini penuh keberkahan, dan mohon maaf jika ada kekurangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPA Wilayah Lhok Tapaktuan Juwandra alias Wan Marinir melalui Juru Bicara KPA Jalaluddin (Buyung Tangah) menegaskan bahwa syukuran dan santunan anak yatim jauh lebih bermanfaat dibandingkan perlombaan semata.

“Beginilah kegiatan yang seharusnya dilakukan, jauh lebih bermanfaat daripada tarik tambang, panjat pinang, atau lomba lari dalam guni,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa perdamaian Aceh yang telah berjalan dua dekade harus terus dirawat. Menurutnya, masih banyak butir-butir dalam Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang belum ditunaikan pemerintah pusat.

BACA JUGA:  Masyarakat Tapaktuan Serahkan Donasi Untuk Palestina Ke Pemkab Aceh Selatan

“Dua dekade sudah berlalu, tapi masih banyak janji yang belum dipenuhi. Ini hutang wajib kita tagih. Kami tidak ingin ada konflik baru, kami ingin damai sekarang,” tegas Buyung Tangah.

Salah satu poin yang disebut belum terealisasi adalah pembagian lahan dua hektare untuk mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Sekarang ini Muzakir Manaf sedang memperjuangkan dana abadi Rp1 triliun untuk eks kombatan GAM. Kita harus dukung, karena ini adalah hak Aceh,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *