Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Resesi Global Ekonomi di Depan Mata, Saatnya Kurangi Investasi atau Simpan Uang Tunai ?

images 8

JAKARTA – Perenana Keuangan Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyebutkan, bukan berarti individu perlu mengurangi porsi investasinya.

Menurut dia, individu masih dapat berinvestasi, tetapi dalam instrumen berisiko rendah.

Selain itu, disarankan juga instrumen investasi yang dimaksud ialah dapat dicairkan dengan mudah menjadi uang tunai.

“Karena kalau berbentuk uang tunai semua, seperti yang kita tahu, misal berbentuk uang tunai, uang tersebut kemungkinan akan kita simpan di tabungan bank atau didepositokan. Bunganya, imbal hasilnya bisa dibilang minim, enggak kuat melawan inflasi,” tutur Andy, Kamis (29/9/2022).

BACA JUGA:  IKAWIGA dan FAME Jatim Gelar Pelatihan Nasional Legalitas UMKM

Oleh karena itu, Andy merekomendasikan individu untuk menempatkan dana investasinya di instrumen berisiko rendah.

Investasi seperti logam mulia atau deposito dan reksa dana yang berbasis penghasilan tetap juga dapat menjadi pilihan.

“Yang enggak boleh itu uang yang masih dalam bentuk properti, itu kan susah jualnya, lama prosesnya dan juga perlu waktu. Itu yang dihindari,” ujarnya.

“Atau misal berisiko tinggi di pasar saham atau reksa dana berbasis pasar saham, itu kita hindari. Kenapa? Nanti ketika waktunya dibutuhkan, misal nilainya anjlok, itu membuat cadangan dana kita kurang,” tambah Andy.

BACA JUGA:  Jelang Lebaran, Wakil Bupati Tangerang Tinjau Gerakan Pangan Murah (GPM)

Namun demikian, jika individu memiliki profil risiko investasi agresif, kepemilikan saham masih bisa menjadi pilihan, dengan catatan tetap memperhatikan kondisi pasar dan prospek ke depan.

“Perlu atau tidaknya mengurangi kepemilikan saham tergantung profil risiko masing-masing,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *