BATUSANGKAR – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Batusangkar melaksanakan kegiatan panen sayur sebagai bagian dari program akselerasi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terkait ketahanan pangan mandiri, pada Senin (13/1/2025) siang.
Kepala Rutan Batusangkar, Elfiandi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendukung kebutuhan pangan mandiri di Rutan.
“Sayur yang kami tanam beberapa bulan lalu dengan melibatkan warga binaan kini memasuki masa panen. Hasil panen ini akan digunakan sebagai bahan dapur untuk memenuhi kebutuhan makanan warga binaan kami,” ujarnya.
Program ini, lanjut Elfiandi, akan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan yang mandiri di lingkungan Rutan.
Pada kesempatan tersebut, Elfiandi juga memamerkan jenis sayuran yang telah dipanen bersama jajaran petugas Rutan.
“Hari ini kami memanen sayur sawi. Selain itu, tanaman lain seperti bayam, kangkung, cabai, dan terung masih dalam tahap pertumbuhan. Beberapa di antaranya, seperti terung, sudah mulai berbuah, meski belum siap untuk panen menyeluruh,” jelasnya.
Proses pengolahan hasil panen dilakukan segera agar dapat digunakan sebagai bahan makanan bagi warga binaan mulai hari ini.
Namun, Elfiandi juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi, terutama keterbatasan lahan yang tersedia di Rutan Batusangkar.
“Kami berharap bisa memperbanyak jenis tanaman pangan yang ditanam, sehingga kebutuhan pangan mandiri semakin terpenuhi. Namun, dengan keterbatasan lahan, kami harus terus mengoptimalkan ruang yang ada,” tambahnya.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Rutan Batusangkar dalam mendukung ketahanan pangan mandiri serta memberdayakan warga binaan untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat.








