ACEH TAMIANG – Kepala SDN 1 Percontohan Karang Baru, H. Nurdin S.Pd MM dipercaya untuk kembali menakhodai Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Tamiang.
Nurdin berhasil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PGRI di Bumi Muda Sedia dalam Konferensi Daerah (Konferda) ke-23 PGRI Aceh Tamiang yang berlangsung di Aula FN Cafe dan Resto, Kampung Dalam, Sabtu (25/04/2026).
Konferda dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail SE didampingi Ketua PGRI Provinsi Aceh Al Munzir S.PdI M.Si, unsur Muspida, Kepala Kankemenag Aceh Tamiang dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tamiang Bakhtiar M.Pd.
Konferda yang diikuti jajaran pengurus PGRI dan perwakilan dari 11 Cabang Kecamatan serta turut dihadiri sejumlah tokoh penting Aceh Tamiang ini menjadi momentum penting yang berlangsung dalam suasana demokratis, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Tanpa dinamika panjang, forum sepakat secara bulat menetapkan Nurdin sebagai Ketua. Hal ini pun mencerminkan soliditas internal organisasi profesi guru di Aceh Tamiang.
Terpilihnya Nurdin untuk kedua kalinya menjadi penanda kuat bahwa kepemimpinannya masih dibutuhkan dalam mengawal arah perjuangan guru di daerah tersebut.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail SE dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara tenaga pendidik dan pemerintah daerah. Ia mengajak semua pihak untuk memperkuat kemitraan dalam membangun kualitas pendidikan di Aceh Tamiang.
“Satu poin penting, kami mengizinkan seluruh guru mengenakan seragam PGRI setiap hari Rabu,” ucap Ismail dengan disambut tepuk tangan meriah peserta konferensi.
Sedangkan Ketua PGRI Provinsi Aceh, Al Munzir S.PdI M.Si menyinggung terkait keterlambatan pelaksanaan konferensi yang seharusnya digelar pada akhir 2025.
“Bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang sebagai faktor utama tertundanya agenda organisasi ini,” katanya.
Namun, Munzir memberikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus PGRI setempat yang dinilainya sigap dalam merespons kondisi pascabencana.
“Kerja keras dan kekompakan Pengurus PGRI Kabupaten Aceh Tamiang patut diapresiasi, terutama dalam membantu pemulihan pascabanjir,” terang Munzir.
Sementara itu, setelah terpilih Nurdin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya, walau disadari bahwa amanah tersebut bukanlah tugas ringan, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dijalankan bersama seluruh pengurus dan anggota.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus kembali ke rumah besar PGRI dan bersama-sama berbuat yang terbaik untuk guru dan pendidikan di Aceh Tamiang,” tegas Nurdin.
Menutup sambutannya, Nurdin juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten, Kankemenag, Cabang Dinas Pendidikan dan PGRI Provinsi Aceh yang selama ini menjadi mitra strategis dalam memperjuangkan aspirasi para guru.
Konferda PGRI Aceh Tamiang tidak hanya menetapkan ketua, tetapi juga menyusun struktur kepengurusan lengkap, mulai dari wakil ketua, sekretaris, bendahara, hingga koordinator berbagai bidang.
Struktur baru ini diharapkan mampu memperkuat peran PGRI sebagai wadah perjuangan sekaligus penggerak peningkatan kualitas pendidikan di Aceh Tamiang.
Di tengah tantangan dunia pendidikan pascabencana dan tuntutan peningkatan mutu, kepemimpinan Nurdin di periode kedua ini menjadi harapan baru.
Nurdin diharapkan bukan sekadar melanjutkan program, tetapi juga memperkuat solidaritas dan memperjuangkan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.














