SIMEULUE — Warga Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, kembali menghadapi gangguan serius akibat hilangnya jaringan Telkomsel yang telah berlangsung lebih dari satu minggu terakhir. Putusnya akses jaringan ini menyebabkan desa yang tergolong wilayah terpencil itu nyaris terisolasi dari dunia luar.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Selain kesulitan dalam berkomunikasi, warga juga terganggu dalam menjalankan aktivitas penting yang bergantung pada akses internet dan jaringan seluler, seperti pengiriman uang bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah serta kegiatan ekonomi seperti transaksi digital, top up, dan transfer dana.
Tak hanya berdampak pada aktivitas sosial ekonomi, sektor pendidikan pun ikut terdampak. Sekolah Dasar dan Menengah Satu Atap (SDN SMP Satap) Pulau Siumat menghentikan sementara kegiatan pembelajaran berbasis digital. Padahal, para siswa saat ini tengah bersiap menghadapi ujian semester genap.
Kepala Sekolah SDN SMP Satap Pulau Siumat, Safii, S.Pd, ketika dihubungi secara terpisah membenarkan bahwa gangguan jaringan telah menghambat proses belajar mengajar secara signifikan.
“Akses untuk membuka aplikasi Dapodik saja sangat susah. Padahal, pembelajaran digital sangat dibutuhkan apalagi menjelang ujian semester,” ujar Safii, Sabtu (17/5/2025).
Ia berharap Telkomsel dan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah maupun pusat, segera menindaklanjuti permasalahan ini.
“Kami berharap perbaikan dilakukan secepatnya. Guru, siswa, dan masyarakat sudah sangat resah. Kita ini berada di wilayah 3T—terpencil, terdepan, dan terluar—yang seharusnya mendapat perhatian lebih,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel terkait gangguan jaringan yang terjadi di wilayah Pulau Siumat.








