Pringsewu, Hariandaerah.com – Komitmen terhadap pelayanan publik tak selalu menunggu pelantikan definitif. Sebaliknya, tanggung jawab struktural sering kali berakar dari kepekaan terhadap tugas sosial dan kesiapan moral untuk hadir dalam kehidupan masyarakat.
Hal ini tercermin dari figur NS Faseh Rahman, S.Kep., MM, pejabat struktural yang disebut-sebut bakal menduduki posisi Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pagelaran Utara, menggantikan Zainal Abidin, S.Pd., MM, yang kini resmi menjabat sebagai Camat Banyumas.
Sebagai pejabat pengganti, Faseh menegaskan akan serius dan fokus bekerja untuk melanjutkan seluruh program dan kebijakan yang telah digagas oleh camat sebelumnya, seraya mengadaptasikannya dengan kebutuhan lokal yang berkembang secara dinamis.
“Saya akan melanjutkan apa yang sudah diletakkan pondasinya oleh Pak Zainal. Kita jangan mulai dari nol, tapi kita perkuat dan sesuaikan agar lebih kontekstual dengan kondisi masyarakat hari ini,” ujarnya.
Faseh sendiri baru saja menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Pagelaran Utara, setelah sebelumnya bertugas di Kecamatan Sukoharjo. Ia mengakui bahwa pemahamannya terhadap struktur sosial dan kewilayahan di tempat barunya masih dalam proses pembelajaran. Namun, ia menegaskan kesiapan untuk segera berbaur dan membangun sinergi dengan seluruh komponen masyarakat dan pemerintahan lokal.
“Saya memang masih baru di Pagelaran Utara, tapi saya siap belajar cepat dan membaur dengan semua. Kita tidak bisa bekerja sendiri, harus bersama-sama membangun wilayah ini,” ungkap Faseh dalam sambutannya pada acara temu pamit Camat Pagelaran Utara, Rabu (19/6/2025).
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa status jabatan, baik definitif maupun sementara, tidak menjadi ukuran semangat kerja. Bagi dirinya, pelayanan harus berdasar pada panggilan tanggung jawab, bukan semata mandat administratif.
“Saya ini masih Sekretaris Kecamatan. Tapi ke depan, kalau sudah dipercaya dan ditetapkan sebagai Plt Camat, maka saya akan bekerja total. Karena pelayanan masyarakat tidak mengenal jabatan sementara atau definitif,” tegasnya.
Dalam tinjauan kelembagaan, camat memegang peran penting sebagai simpul administratif dan sosial di tingkat kecamatan. Camat tak hanya bertanggung jawab atas kelancaran birokrasi, melainkan juga memastikan hadirnya kepekaan sosial dan pendekatan humanistik dalam pelayanan.
“Camat harus turun, harus menyapa. Jangan sampai keluhan warga hanya berhenti di meja pelayanan. Kita harus hadir bahkan sebelum warga mengetuk pintu,” tuturnya.
Faseh juga menyoroti pentingnya menghadirkan birokrasi yang tidak elitis dan prosedural semata, tetapi mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan empati dan akuntabilitas.
“Masyarakat sekarang bukan minta dilayani karena mereka lemah, tapi karena itu haknya. Maka kita yang diberi amanah harus punya rasa. Setiap tandatangan harus ada maknanya, bukan hanya legalitas,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari penutupan sambutannya, Faseh menjabarkan sejumlah program strategis yang digagas Pemkab Pringsewu, salah satunya yakni program pemagangan ke Jepang. Ia menilai, peluang ini dapat menjadi wahana peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat lokal, sekaligus menekan angka pengangguran.
“Magang ke Jepang ini bukan hanya soal kerja ke luar negeri. Ini soal bagaimana anak-anak muda Pringsewu belajar budaya kerja disiplin, teknologi maju, lalu kembali membangun desanya dengan ilmu yang dibawa dari sana,” jelasnya.
Selain itu, Faseh juga mengingatkan bahwa pada tahun 2025 ini, Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-80. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan Kecamatan Pagelaran Utara, termasuk kepala pekon dan perangkatnya, untuk segera bersiap dan mulai membentuk panitia pelaksana kegiatan peringatan.
“Kita harus mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Ini momen nasional yang penting dan sakral. Saya harap nanti ada lomba, kegiatan kemasyarakatan, dan upacara yang benar-benar terasa hikmatnya sampai ke pelosok pekon,” imbaunya.
Faseh menegaskan bahwa peringatan HUT ke-80 RI bukan sekadar seremonial, tetapi momen untuk membangkitkan kembali semangat gotong-royong, solidaritas sosial, dan nasionalisme di tengah masyarakat.
( Davit )








