PRINGSEWU – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pringsewu terus mencatatkan kemajuan signifikan dalam pelayanan air bersih. Di bawah kepemimpinan Muhammad Hatta, S.Kom., M.M., PDAM kini mampu melayani masyarakat di tiga kecamatan selama 24 jam penuh. Hal ini disampaikan Hatta dalam wawancara eksklusif yang dikutip dari Sewunews.
Hatta menyampaikan bahwa sejak awal berdiri pada tahun 2012, PDAM Pringsewu menghadapi berbagai kendala. Mulai dari kualitas air yang belum optimal, kuantitas yang terbatas, hingga distribusi yang hanya berjalan sekitar 8 hingga 10 jam per hari. Saat itu, jumlah pelanggan pun masih sekitar 1.500 sambungan rumah.
Dulu, distribusi air hanya bisa dilakukan 8 sampai 10 jam per hari. Pelanggan kami pun masih sekitar 1.500 rumah tangga. Permasalahan terbesar ada pada sistem pengolahan air dan jaringan distribusi yang belum optimal, kata Hatta, seperti dikutip Sewunews, Jumat (11/7/2025).
Tahun 2017 menjadi masa yang cukup sulit, karena terjadi gangguan teknis di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jum’at Arun. Proses filtrasi dan koagulasi tidak berjalan maksimal sehingga berdampak pada mutu air.
Saat dilantik menjadi Direktur PDAM pada tahun 2022 oleh Bupati Pringsewu H. Sujadi, Muhammad Hatta langsung melakukan pembenahan bertahap. Di tahun 2023, pelayanan ditingkatkan menjadi 14 hingga 15 jam per hari, diikuti perbaikan jaringan pipa guna menjamin distribusi air yang lebih berkualitas.
Alhamdulillah, 2024 menjadi tonggak perubahan besar. Dengan dukungan APBN, kami berhasil melakukan optimalisasi dan saat ini pelayanan PDAM sudah berlangsung 24 jam penuh, jelasnya.
Jumlah pelanggan juga mengalami peningkatan. Saat ini PDAM Pringsewu melayani sekitar 4.500 sambungan rumah yang tersebar di Kecamatan Pringsewu, Gadingrejo, dan Banyumas. Pelanggan terbanyak berada di wilayah Pringsewu.
Dukungan dari pemerintah daerah sangat besar, baik dari sisi regulasi, pembiayaan, hingga pengawasan. Hal ini terbukti dari hasil audit BPKP dan kantor akuntan publik yang menyatakan PDAM sehat selama dua tahun berturut-turut, tuturnya.
Kepada masyarakat, Hatta berpesan agar menggunakan air dengan bijak dan tidak perlu khawatir jika mencium bau kaporit dari air PDAM.
Kaporit adalah bagian dari proses sterilisasi. Justru itu menandakan air bebas dari bakteri seperti E. coli. Kami ingin air yang sampai ke rumah warga benar-benar aman untuk digunakan, tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pelanggan disiplin dalam membayar tagihan air guna mendukung keberlangsungan operasional PDAM.
Saat ini PDAM Pringsewu tengah menjalankan program diskon 50 persen biaya pemasangan sambungan baru, berlaku hingga 31 Agustus 2025.
Kami mengajak masyarakat yang belum menjadi pelanggan untuk memanfaatkan program ini. Selain menghemat biaya, air yang kami salurkan juga telah memenuhi standar air bersih, tambahnya.
PDAM juga telah menyiapkan rencana ekspansi jaringan ke wilayah Sukoharjo, Adiluwih, dan Pagelaran Utara pada tahun 2026, bekerja sama dengan pemerintah pusat.
Mari manfaatkan jaringan perpipaan yang sudah tersedia. Air bersih bukan hanya kebutuhan dasar, tapi juga penentu kesejahteraan dan kesehatan masyarakat, tutup Hatta. (Vit)








