Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Akses Terputus Mulai Pulih, Kodam IM Kebut Pemasangan Jembatan Bailey di Wilayah Terdampak

WhatsApp Image 2025 12 05 at 13.18.43
Prajurit zeni Kodam IM bekerja mempercepat perakitan jembatan Bailey sebagai akses darurat bagi warga di wilayah terdampak banjir. (Foto: Pendam IM).

BANDA ACEH — Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) terus menunjukkan komitmen, kepedulian, dan ketanggapannya dalam mendukung pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi prioritas adalah pemasangan jembatan Bailey sebagai solusi darurat untuk membuka kembali akses transportasi yang terputus akibat rusaknya jembatan permanen diterjang banjir, Jumat (5/12/2025).

Banjir besar yang melanda berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan lumpuhnya sejumlah ruas jalan dan jembatan vital, menghambat mobilitas warga, distribusi logistik, hingga pelaksanaan penanganan darurat. Menyikapi kondisi tersebut, Kodam IM bergerak cepat bersama pemerintah daerah dan BPBD dengan mengerahkan personel zeni serta perlengkapan jembatan Bailey ke titik-titik yang dinilai paling kritis.

Hingga kini, percepatan pemasangan jembatan Bailey terus dilakukan di empat lokasi terdampak. Di Kabupaten Bireuen, progres perakitan Jembatan Teupin Reudeup, Peusangan Selatan jalur alternatif penghubung Bireuen–Lhokseumawe telah mencapai 50 persen. Jembatan milik Dinas Pekerjaan Umum ini merupakan salah satu akses penting yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Di lokasi lain, Jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli, yang berada pada jalur utama Bireuen–Takengon, seluruh material jembatan telah tiba dan selesai diloading di lokasi, menandakan kesiapan untuk memasuki tahap pemasangan struktur. Sementara itu, pemasangan Jembatan Kutablang pada jalur vital Bireuen–Lhokseumawe masih berlangsung, dengan proses pendorongan material menggunakan inventaris darurat Zidam Iskandar Muda.

BACA JUGA:  Wakil Ketua DPRA Teuku Raja Keumangan Bangun Drainase di Nagan Raya

Di Pidie, Jembatan Jeurata yang menghubungkan Pidie–Takengon juga memasuki tahap pendorongan material dengan dukungan peralatan dari Yonzipur 16/DA. Keempat jembatan tersebut merupakan akses strategis yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, serta pergerakan logistik bantuan di wilayah terdampak.

Panglima Kodam IM, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menegaskan bahwa pemasangan jembatan Bailey merupakan langkah cepat dan terukur untuk mengembalikan akses masyarakat.

“Pemasangan jembatan Bailey ini adalah solusi taktis untuk membuka kembali jalur yang terputus akibat banjir. Kami bergerak cepat agar masyarakat tidak terlalu lama terhambat, terutama dalam akses bantuan, evakuasi, dan distribusi kebutuhan pokok,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa Kodam IM terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait demi memaksimalkan proses penanganan.
“Kodam IM berkomitmen untuk hadir dalam setiap fase penanganan bencana, dari tanggap darurat hingga pemulihan. Kami berharap pemasangan jembatan darurat ini dapat mempercepat normalisasi akses transportasi dan membantu masyarakat kembali beraktivitas dengan aman,” tutur Pangdam.

Pangdam juga mengingatkan agar seluruh unsur yang terlibat tetap mengedepankan keselamatan dalam proses pemasangan jembatan, mengingat kondisi lapangan yang masih rawan dampak banjir susulan. Ia menekankan bahwa pemulihan infrastruktur bukan sekadar membuka jalur, tetapi juga menggerakkan kembali roda perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

BACA JUGA:  Letkol Laut (P) Rizki Purnama Putra Jabat Danlanal Tegal

Proses pemasangan dilakukan bertahap melibatkan personel zeni, aparat kewilayahan, serta dukungan pemerintah daerah. Selain pemasangan Bailey, Kodam IM juga memantau kondisi infrastruktur lain yang berpotensi terdampak banjir susulan dan menyiagakan personel untuk respons cepat jika terjadi kerusakan tambahan.

Masyarakat di berbagai titik terdampak menyambut positif upaya ini. Kehadiran jembatan sementara memberikan harapan baru karena akses yang sebelumnya terputus kini mulai dapat dilewati kembali. Jembatan Bailey diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial, ekonomi, hingga distribusi bantuan ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Upaya percepatan ini menjadi bukti nyata komitmen Kodam Iskandar Muda dalam membantu masyarakat dan menjaga stabilitas wilayah. Kodam IM memastikan dukungan penuh akan terus diberikan hingga seluruh akses vital di wilayah terdampak banjir dapat pulih sepenuhnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *