KARO – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kabanjahe melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai upaya mengoptimalkan pelaksanaan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (24/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Medan beserta jajaran sebagai bentuk sinergi dan penguatan koordinasi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan.
Sidang TPP merupakan forum strategis dalam sistem pemasyarakatan yang bertujuan mengevaluasi perkembangan pembinaan WBP serta memberikan rekomendasi terkait program lanjutan, seperti usulan integrasi, pembinaan lanjutan, dan penilaian sikap serta kedisiplinan WBP selama menjalani masa pidana. Seluruh proses pembahasan dilakukan secara objektif, transparan, dan berlandaskan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kepala Rutan Kelas IIB Kabanjahe, Bahtiar Sembiring, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sidang TPP menjadi instrumen penting dalam memastikan terpenuhinya hak-hak WBP sekaligus mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
“Pembinaan yang optimal hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang kuat antara Rutan dan Bapas, khususnya dalam proses penilaian dan pendampingan WBP,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapas Kelas I Medan, Kriston Napitupulu, A.Md.IP., S.H., menekankan pentingnya Sidang TPP sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat dan berkeadilan. Menurutnya, setiap rekomendasi harus mencerminkan hasil pembinaan, tingkat risiko, serta kesiapan WBP untuk mengikuti tahapan pembinaan selanjutnya, baik di dalam maupun di luar lembaga pemasyarakatan.
Sidang TPP ini diikuti oleh pejabat struktural dan petugas terkait di lingkungan Rutan Kabanjahe, serta pembimbing kemasyarakatan dari Bapas Kelas I Medan. Setiap kasus WBP dibahas secara cermat dengan mempertimbangkan laporan pembinaan, hasil asesmen, serta masukan dari seluruh unsur yang terlibat.
Melalui pelaksanaan Sidang TPP ini, Rutan Kabanjahe menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis. Sinergi dengan Bapas Kelas I Medan diharapkan semakin memperkuat tujuan pemasyarakatan, yakni membentuk WBP yang siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.








