Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Warga Kalierang Gelar Audiensi, Desak Perbaikan Bendung Karang Jati yang Ambrol

IMG 20260114 WA0002
Kondisi bendung Karang Jati Sungai Erang yang jebol (Foto: hariandaerah.com/Putra Zambase).

BREBES – Warga yang tergabung dalam Warga Masyarakat Peduli Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar audiensi dengan Kepala Desa Kalierang untuk mempertanyakan tindak lanjut perbaikan Bendung Karang Jati yang ambrol sejak Desember 2025. Hingga kini, belum terlihat adanya upaya pembangunan kembali bendung tersebut. Audiensi digelar pada Minggu (11/1/2026).

Audiensi berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB di Gedung Serbaguna Desa Kalierang. Kegiatan ini dihadiri puluhan warga Desa Kalierang serta mendapat pengamanan dari Polsek Bumiayu dan Koramil 08/Bumiayu. Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap aman, tertib, dan kondusif.

Akibat ambrolnya Bendung Karang Jati di Sungai Erang, puluhan hektare lahan persawahan tidak dapat ditanami padi karena tidak mendapat pasokan air irigasi.

“Para petani tidak bisa bercocok tanam padi karena Bendung Karang Jati ambrol diterjang banjir dan sampai saat ini belum ada perbaikan,” ujar Teguh Supriyanto, salah seorang peserta audiensi.

Menanggapi aspirasi warga, Kepala Desa Kalierang Irma Hamdani menyampaikan bahwa pihak desa telah bergerak cepat sejak kejadian tersebut. Ia mengaku langsung meninjau lokasi bendung yang ambrol dan melaporkannya ke UPT PU Pengairan Wilayah Bumiayu.

BACA JUGA:  Pemkab Brebes Kaji WFH 1 Hari Seminggu, Pejabat dan Pelayanan Publik Wajib Masuk Kantor

“Begitu Bendung Karang Jati ambrol, kami langsung ke lokasi dan melaporkan kepada pihak yang berwenang. Untuk pembangunan bendung, itu bukan kewenangan desa, melainkan menjadi tanggung jawab Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA),” jelas Irma.

Ia menambahkan, pihak desa sempat menerima informasi bahwa Bendung Karang Jati telah masuk tahap lelang. Namun, anggaran pembangunannya terdampak kebijakan efisiensi sehingga dana tersebut dihapus.

“Kami berharap ada alokasi anggaran lain agar pada tahun ini atau tahun 2026 Bendung Karang Jati bisa segera diperbaiki,” tambahnya.

Terpisah, Kepala UPT PU Pengairan Wilayah Bumiayu, Muhammad Patoni, ST, Senin (12/1/2026), membenarkan kondisi bendung tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan ambrolnya Bendung Karang Jati pada 21 Desember 2025 dan langsung melakukan pengecekan ke lokasi bersama petugas lapangan.

“Apa yang disampaikan masyarakat benar adanya. Bendung Karang Jati ambrol total hingga tidak tersisa bangunan di lokasi. Hasil survei lapangan langsung kami laporkan ke Brebes sekaligus mengajukan usulan perbaikan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Semangat Peduli Ala Kartini: Nakes Jemput Bola Layani Kelompok Rentan dan Anak Berkebutuhan Khusus 

Patoni menjelaskan, Bendung Karang Jati mengairi lahan sawah seluas 62 hektare yang berada di dua desa, yakni Desa Kalierang seluas 40 hektare dan Desa Lengkap seluas 22 hektare.

“Dampak ambrolnya bendung ini sangat besar. Saat ini petani tidak dapat bercocok tanam padi karena tidak ada aliran air dari saluran irigasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Bendung Karang Jati memiliki panjang sekitar 16 meter dan dibangun pada tahun 1985, serta pernah direhabilitasi sekitar tahun 2000. Saat ini bendung tersebut sudah tidak berfungsi sama sekali.

“Kami berharap pada tahun 2026 Bendung Karang Jati Sungai Erang dapat dibangun kembali melalui program Inpres,” pungkasnya.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *