LHOKSEUMAWE – Sikap Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar yang mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjelaskan dugaaan gratifikasi dinilai sebagai sikap seorang pemimpin yang bertanggungjawab.
Nasaruddin Umar mendatangi KPK pada Senin (23/2/2026) guna menjelaskan penggunaan pesawat khusus saat melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan pada 15 Februari 2026. Kunjungan tersebut dalam rangka peresmian Gedung Balai Sarkiah di Kabupaten Takalar.
Pendapat itu disampaikan Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Dr Darmadi M.Si di Lhokseumawe Selasa (24/2).
“Saya kira ini satu hal yang patut diapresiasi sebagai sikap positif dari seorang pejabat yang memiliki integritas tinggi. Kehadiran langsung beliau ke KPK menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Darmadi menambahkan bahwa sikap Menteri Agama juga menunjukkan tekadnya pribadinya dan juga kementerian yang dipimpinya untuk mendukung upaya mewujudkan clean government di lingkungan Kementerian Agama.
“Dengan menjelaskan kepada publik tentang penggunaaan pesawat khusus dalam acara tersebut diharapkan dapat memberi penjelasan yang lengkap sehingga masyarakat tidak salah memahaminya, ini patut di contoh oleh pejabat lain” sebut Darmadi
Menurut Darmadi, keberanian Menteri Agama untuk datang langsung dan melakukan klarifikasi kepada KPK menjadi bukti komitmen kuat dalam menolak segala bentuk gratifikasi.
“Ini perlu menjadi teladan, baik di lingkungan Kementerian Agama maupun kementerian lainnya, agar potensi tindakan yang dapat mengarah pada praktik korupsi bisa dicegah sejak dini,” pungkasnya.








