Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Jembatan Kali Longkrang Putus Akibat Banjir, Wabup Janji Bisa Dilalui Kembali Sebelum Lebaran!

IMG 20260305 WA0047 scaled
Wakil Bupati Brebes Wurja SE, didampingi oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Ismawan Nur Laksono, Kepala Bidang Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Wibowo Budi Santoso, saat  tinjau jembatan Kali Longkrang.(Foto Istimewa)

BREBES – Jembatan Kali Longkrang yang menjadi backbone akses penghubung Desa Langkap dan Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, mengalami kerusakan parah hingga putus setelah diterjang derasnya banjir pada Rabu (4/3/2026) sore. Kondisi ini membuat ribuan warga kehilangan jalur utama untuk beraktivitas sehari-hari.

Dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 3 meter, jembatan yang telah berdiri lama ini bukan hanya sekadar jalan penghubung dua desa. Selama ini, menjadi jalur penting untuk menuju sekolah, pasar, dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Tak lama setelah kejadian, Pemerintah Kabupaten Brebes bergerak cepat. Wakil Bupati Brebes Wurja SE langsung turun tangan meninjau lokasi kerusakan pada Kamis (5/3/2026), didampingi oleh Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Ismawan Nur Laksono, Kepala Bidang Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Wibowo Budi Santoso SE ST, serta Kepala Desa Langkap Mustolih.

BACA JUGA:  Membandel dan Diduga Suap Petugas, Truck Sawit Masih Masuk Jalan Dalam Kota

Di tengah antusiasme sambutan warga yang berkumpul di lokasi, Wurja memberikan janji tegas terkait penanganan kerusakan jembatan.

“Insyaallah sebelum Lebaran jembatan ini sudah bisa dilalui kembali. Kami akan percepat penanganannya karena ini akses utama masyarakat yang tidak bisa dibiarkan lama terputus,” tegas Wabup sambil melihat kondisi struktur jembatan yang roboh sebagian.

Kondisi jembatan yang putus memberikan dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat. Rinda, salah satu warga Kalisuren, Desa Langkap, mengaku sangat merasakan kesulitan akibat kerusakan ini, terutama bagi para pelajar.

“Anak-anak yang mau ke SMP Negeri 3 Bumiayu sekarang harus mengambil jalan alternatif yang jauh sekitar 5 kilometer. Padahal biasanya hanya butuh waktu singkat dengan jarak sekitar 1 kilometer saja,” jelasnya dengan khawatir.

BACA JUGA:  Aktivis Minta Program Nakes Door to Door di Brebes Dimaksimalkan: “Jangan Hanya Jadi Program di Atas Kertas”

Ia berharap proses perbaikan dapat segera dimulai agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal, terutama menjelang musim libur Lebaran yang akan segera tiba.

Pemerintah daerah menyatakan bahwa tim teknis sudah mulai melakukan kajian cepat untuk menentukan langkah perbaikan yang paling efektif dan efisien. Tujuan utama adalah memastikan jembatan bisa beroperasi kembali dengan aman sebelum momen mudik dan Lebaran 1447 H.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *