SIMEULUE – Pemerintah Kecamatan Teupah Barat terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui pemetaan potensi wisata yang tersebar di delapan desa, kecamatan ini optimistis mampu melahirkan destinasi unggulan yang tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai peluang usaha.
Komitmen tersebut ditegaskan Camat Teupah Barat, Muhsin, S.AP., kepada media, Senin (6/7/2026), usai memimpin rapat koordinasi bersama delapan kepala desa di kawasan wisata Pantai Alaik Sektare, Desa Lantik. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam mempercepat pengembangan potensi wisata di masing-masing desa sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Menurut Muhsin, setiap desa di Kecamatan Teupah Barat memiliki karakteristik, keunikan, dan daya tarik yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi sebagai satu kawasan wisata terpadu. Dengan pengelolaan yang baik serta didukung kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, potensi tersebut diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
“Setiap desa memiliki potensi yang luar biasa. Jika dikelola secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat, pariwisata akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Teupah Barat,” ujarnya.
Hasil identifikasi yang dilakukan pemerintah kecamatan menunjukkan Desa Lantik memiliki Pantai Alaik Sektare yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit masyarakat. Pantai tersebut dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata daerah.
Sementara itu, Desa Salur Latun memiliki kekayaan ekonomi kreatif berupa kerajinan anyaman pandan yang menghasilkan berbagai produk seperti tikar, tas, sandal, topi, hingga aneka suvenir khas daerah. Produk-produk tersebut dinilai berpotensi menjadi cendera mata unggulan yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat apabila dipasarkan secara lebih luas kepada wisatawan.
Di Desa Salur, Sanggar Anak Sibok menjadi pusat pelestarian seni dan budaya lokal yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya. Berbagai pertunjukan seni tradisional dan aktivitas budaya yang melibatkan generasi muda diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan budaya Simeulue.
Desa Bunon menawarkan panorama pantai dengan sebuah pulau kecil yang memiliki bentuk unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Sementara Desa Naibos memiliki hamparan pantai yang masih alami dengan suasana yang tenang serta mulai ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan dan hari-hari libur.
Adapun Desa Nancala menawarkan daya tarik berupa resort yang telah lama menjadi pilihan wisatawan mancanegara. Keberadaan resort tersebut didukung oleh hasil kerajinan masyarakat berupa akar bahar dan batok kelapa yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkaya pilihan produk khas daerah. Di Desa Leubang, wisatawan dapat menikmati panorama pesisir yang dipadukan dengan aktivitas nelayan tradisional sehingga memberikan pengalaman wisata yang autentik. Sedangkan Desa Leubang Hulu memiliki Air Terjun Simaknem yang menawarkan keindahan alam yang masih asri dan menjadi salah satu destinasi favorit bagi pencinta wisata alam.
Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi tersebut, Camat Muhsin mendorong seluruh desa yang memiliki potensi wisata agar segera membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Menurutnya, Pokdarwis akan menjadi motor penggerak dalam mengelola destinasi wisata dengan menerapkan prinsip Sapta Pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan, sehingga mampu menciptakan pengalaman berwisata yang berkualitas.
Muhsin menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan sektor pariwisata. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pengembangan sektor ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal agar tetap terpelihara bagi generasi mendatang.
Dengan potensi wisata yang membentang dari pantai hingga air terjun, didukung kekayaan budaya serta kreativitas masyarakat, Teupah Barat optimistis mampu berkembang sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Simeulue. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, sektor pariwisata diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkenalkan pesona Teupah Barat kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara. (*)
















