BANDA ACEH — Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari jajaran Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan komitmen dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat dengan aktif mendampingi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Provinsi Aceh. Pendampingan ini menjadi bentuk dukungan nyata TNI terhadap program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif. Dalam pelaksanaannya, para Babinsa di wilayah binaan Kodam IM berperan aktif mengawasi setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengolahan bahan makanan di dapur sehat, proses pengemasan dan penyajian, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Selain melakukan pengawasan teknis, Babinsa juga berperan sebagai pendamping edukatif. Mereka memberikan pembinaan kepada pengelola dapur sehat, pihak sekolah, dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, higienitas alat dan bahan, serta memastikan makanan yang diolah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pembinaan agar masyarakat mampu mandiri dalam mengelola pola makan sehat dan bergizi seimbang.
Kehadiran Babinsa dalam program MBG juga menjadi bentuk tanggung jawab sosial TNI untuk memastikan mutu dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Melalui pengawasan ketat di lapangan, diharapkan dapat mencegah terjadinya penyimpangan maupun kasus keracunan. Selain itu, Babinsa turut memperkuat kemitraan lintas sektor dengan menjalin koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sinergis dan berkelanjutan.
Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memberikan penekanan khusus agar seluruh Babinsa benar-benar turun langsung ke lapangan dalam mengawal program tersebut.
“Saya perintahkan seluruh Babinsa untuk turun langsung ke lapangan. Pastikan seluruh kegiatan dapur sehat dan distribusi makanan berjalan dengan baik, aman, dan higienis. Kita tidak boleh lengah dalam urusan kesehatan masyarakat,” tegas Pangdam IM, Kamis (9/10/2025).
Lebih lanjut, Mayjen Joko Hadi Susilo menegaskan bahwa Babinsa tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai edukator di tengah masyarakat.
“Babinsa bukan hanya pengawas, tetapi juga edukator. Mereka harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pengelola dapur tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas makanan. Dengan begitu, masyarakat akan semakin percaya terhadap program pemerintah ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan preventif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya tidak ingin mendengar ada kasus keracunan massal di Aceh akibat kelalaian dalam pengawasan. Keberhasilan program ini bergantung pada kedisiplinan semua pihak, termasuk TNI di lapangan,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Pangdam IM berharap agar seluruh aparat kewilayahan melaksanakan pendampingan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Kehadiran Babinsa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jadikan pendampingan Program Makan Bergizi Gratis ini sebagai wujud nyata kontribusi TNI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Aceh diharapkan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.








