BANDA ACEH — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bersama Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tengah.
Penyaluran bantuan dilakukan sejak awal Desember melalui jalur darat, laut, dan udara sebagai langkah cepat untuk menjangkau wilayah yang aksesnya masih terbatas akibat bencana.
Bantuan berupa beras, mie instan, biskuit, susu, pakaian, serta obat-obatan diberangkatkan dari Banda Aceh menggunakan truk remise, dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini. Setibanya di lokasi, bantuan diserahkan kepada warga Gampong Muara Dua dan Gampong Beurawang di Kabupaten Pidie Jaya. Dalam kunjungan tersebut, Agus berdialog dengan masyarakat, bertemu dengan keuchik setempat, serta meninjau langsung kondisi lapangan pascabanjir.
Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencakup 200 sak beras, 100 dus mie instan, air mineral, biskuit, susu UHT, pakaian dalam, dan obat-obatan guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.
Untuk Aceh Utara, bantuan diberangkatkan pada 5 Desember melalui jalur laut menggunakan KN Anatares dari Pelabuhan Ulee Lheue. Pengiriman menggunakan kapal dilakukan karena sejumlah akses darat masih terputus. Bantuan tiba keesokan harinya di Pelabuhan Krueng Geukueh.
Sementara itu, bantuan untuk Aceh Tengah telah dikirim lebih awal pada 1 Desember melalui jalur udara, meliputi pasokan beras, minyak, dan kebutuhan logistik lainnya.
Di samping distribusi bantuan, BI Aceh terus berkoordinasi dengan perbankan untuk mempercepat pemulihan layanan sistem pembayaran dan operasional ATM di wilayah terdampak, termasuk Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Gayo Lues. Ketersediaan uang rupiah serta kelancaran layanan perbankan menjadi fokus utama agar aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah situasi bencana.
BI Aceh juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Aceh melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan distribusi pangan tetap lancar dan harga kebutuhan pokok terjaga.
Kepala Perwakilan BI Aceh menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi di wilayah terdampak dan melanjutkan penyaluran bantuan serta dukungan stabilitas ekonomi daerah.
“Pemulihan layanan perbankan, ketersediaan uang rupiah, dan kelancaran distribusi pangan menjadi prioritas kami agar masyarakat dapat pulih lebih cepat,” ujarnya.








