SABANG – Di usia yang baru menginjak 17 tahun, Tgk. Muchtar Andhika telah dipercaya memegang amanah besar sebagai Imam Besar Masjid Al-Falah, Gampong Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang. Di tengah derasnya distraksi bagi generasi muda, ia justru memilih jalan penuh nilai spiritual dan tanggung jawab sosial.
Resmi ditunjuk pada 23 September 2023, Andhika menjadi salah satu imam termuda yang memimpin shalat dan membimbing masyarakat di ujung barat Indonesia, khususnya wilayah Gampong Ujong Kareung, Kota Sabang.
Perjalanan pengabdiannya dimulai dari posisi muazzin, lalu meningkat menjadi wakil imam mendampingi sosok senior, Abi H. Nazaruddin, S.Pd.I. Ketika sang guru semakin fokus membina pesantren dan jumlah santri terus bertambah, kepercayaan penuh diberikan kepada Andhika untuk melanjutkan estafet kepemimpinan masjid.
“Ini amanah besar dari Allah yang harus dijaga. Ada suka dan duka dalam menjalankannya. Tapi kita harus sabar, karena ini bukan perkara ringan. InsyaAllah, selama diniatkan karena Allah, semua akan terasa ringan,” ujar Andhika dengan nada teduh, Kamis (13/11/2025).
Putra asli Sabang ini menempuh pendidikan dasar di MIS Ujong Kareung, kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Sabang dan SMKN 1 Sabang. Saat ini, ia tengah menyelesaikan studi S1 Hukum Keluarga Islam di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh.
Meski harus membagi waktu antara perkuliahan dan tugas sebagai imam, semangatnya untuk terus menuntut ilmu agama tak pernah surut. Ia juga aktif memperdalam ilmu syariah di Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah, Gampong Cot Abeuk, Kota Sabang.
Kini, Andhika membawa misi besar: membentuk regenerasi pemuda sebagai penerus ulama dan pemimpin umat. Baginya, usia bukanlah penghalang untuk menjadi pelopor kebaikan.
“Pemuda adalah kunci masa depan bangsa. Jangan biarkan lingkungan yang salah menentukan jalan kita. Kita harus siap melanjutkan estafet generasi tua,” tegasnya.
Di tengah gempuran tren modern dan budaya pop, Tgk. Muchtar Andhika menjadi bukti bahwa identitas Gen Z tidak harus menjauh dari nilai-nilai religius. Ia menunjukkan bahwa anak muda mampu berada di garda terdepan dalam membimbing umat, menjadi imam, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.









