Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Dugaan Kekerasan di SMK Muhammadiyah Paguyangan Berakhir Damai, Kedua Pihak Saling Memaafkan

IMG 20260805 WA0011
Saling Mengakui Kesalahan, Kasus Penamparan di SMK Muhammadiyah Paguyangan Diselesaikan Secara Kekeluargaan dan disaksikan pihak Kepolisian setempat.( Foto dok hariandaerah.com)

BREBES – Peristiwa dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan SMK Muhammadiyah Paguyangan pada Selasa (4/8/2026) sekira pukul 08.00 WIB di Ruang Kelas 6, telah berakhir dengan perdamaian harmonis. Guru maupun siswa yang bersangkutan sama-sama mengakui kesalahan dan menyadari kekhilafan masing-masing.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana sekaligus pengampu mata pelajaran Otomotif, Oong Kunarko, S.Pd., secara terbuka mengakui telah melakukan penamparan kepada siswa. Ia menjelaskan peristiwa bermula dari kegaduhan dan ucapan kasar yang dilontarkan siswa. Ketika ditegur, sikap siswa yang menatap seolah menantang membuatnya bereaksi secara refleks.

“Saya sadar betul tindakan saya keliru. Sebagai pendidik, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dan berjanji tidak akan mengulanginya,” ujar Oong dengan tulus.

BACA JUGA:  Pemadaman Tanpa Pemberitahuan: Peternak Ayam di Siasem Pulo Khawatir Telur Gagal Menetas, Ini Penjelasan PLN

Di sisi lain, siswa yang bersangkutan juga mengakui berbuat salah dengan mengucapkan kata-kata kasar serta bersikap menantang saat ditegur, dan menyadari sikapnya tidak pantas dilakukan di lingkungan pendidikan.

Musyawarah penyelesaian dihadiri lengkap oleh wali murid, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, guru terkait, perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Paguyangan, serta Babinkamtibmas. Hasil kesepakatan dituangkan dalam Berita Acara bermaterai, di mana kedua belah pihak sepakat saling memaafkan dan tidak akan mengajukan tuntutan di kemudian hari.

Babinkamtibmas Aiptu Arif menyambut baik langkah tersebut. “Semoga peristiwa seperti ini tidak terulang. Jadikan momentum bagi pendidik untuk lebih memahami karakter siswa dan mempererat komunikasi,” ucapnya. Ia juga mengapresiasi kearifan kedua belah pihak yang mau menyadari kesalahan demi penyelesaian damai.

BACA JUGA:  Banten Susun Pergub Angkutan Umum Massal: PAD dan Subsidi Jadi Sorotan

Sementara itu, perwakilan PCM Paguyangan menegaskan kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga. “Pihak sekolah perlu memberikan edukasi agar pendidik lebih berhati-hati dalam bersikap, serta terus memperbaiki karakter agar menjadi teladan yang baik,” tandasnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ika Wati, M.Pd., menyambut baik seluruh masukan yang diberikan dan berkomitmen senantiasa menjaga hubungan harmonis antara pendidik dan peserta didik di lingkungan sekolah.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *