Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Gerakan Warga Membuka Mata: BBWS Cimancis Akhirnya Turun Meninjau, Disertai Catatan Keras dari KPS Masjaka

IMG 20260619 WA0021
Setelah warga melakukan pengerukan sedimentasi dan membangun tanggul sungai Babakan secara swadaya, tim BBWS Cimancis Akhirnya turun ke Dukuh Cibogo Desa Cikeusal Kidul.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Sorotan luas dan pemberitaan yang menyebar hingga menjadi viral ternyata membawa dampak nyata. Setelah sekian lama keluhan tak kunjung mendapat tanggapan layak, akhirnya pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimancis bergerak dan turun langsung meninjau lokasi yang menjadi titik perhatian utama warga Dukuh Cibogo. Kehadiran ini dinilai datang terlambat, namun tetap disambut dengan harapan besar yang sekaligus dibarengi sikap waspada: agar janji yang disampaikan tidak sekadar berhenti di ucapan belaka.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Reza, yang berbicara mewakili warga Dukuh Cibogo, Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, saat berbincang dengan awak media hariandaerah.com pada Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut penjelasannya, sebelum isu ini terangkat ke permukaan dan diketahui khalayak luas, kehadiran pihak berwenang nyaris tak terlihat sama sekali di lapangan. Baru setelah berita beredar luas dan memicu reaksi publik, barulah tim dari BBWS Cimancis berkenan turun meninjau kondisi yang sebenarnya terjadi.

“Boleh dikatakan, baru setelah beritanya meluas dan menjadi pembicaraan umum, akhirnya pihak terkait seolah baru berkenan datang ke sini. Padahal sebelumnya, berbagai laporan, permohonan, dan keluhan yang sudah lama disampaikan warga seolah tidak mendapatkan perhatian maupun jawaban yang memadai,” tegas Reza mewakili suara masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di lokasi tersebut, perwakilan BBWS Cimancis menyampaikan penjelasan sekaligus janji resmi kepada warga yang hadir. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu sekitar satu minggu ke depan, penanganan dan pelaksanaan pekerjaan fisik yang sesungguhnya akan segera dimulai. Terkait alasan pelaksanaan belum bisa dilakukan saat itu, pihaknya menjelaskan masih dalam tahap pengumpulan serta pemenuhan kebutuhan bahan dan material bangunan yang diperlukan.

BACA JUGA:  Penutupan Edu Talent Competition 2023: Memupuk Bakat dan Prestasi di Bidang Pendidikan

Sebagai latar belakang yang memperjelas situasi, kekecewaan mendalam warga sebenarnya sudah memuncak jauh sebelumnya. Seperti yang pernah diberitakan berbagai media, akibat janji‑janji yang belum kunjung terwujud serta ancaman bahaya banjir yang selalu mengintai, masyarakat terpaksa mengambil langkah sendiri. Secara sukarela dan dengan biaya swadaya, warga bahkan sudah turun tangan melakukan pengerukan endapan lumpur menggunakan alat berat serta memperkuat dan membangun tanggul di aliran Sungai Babakan — semata‑mata demi menjaga keselamatan pemukiman dan lingkungan sekitar.

Meski kini menyambut baik kedatangan serta rencana kerja yang baru saja diungkapkan, Reza dan seluruh warga sekitar tidak serta‑merta merasa lega sepenuhnya. Pengalaman pahit di masa lalu mengajarkan satu hal: kepercayaan yang hilang harus dibangun kembali sepenuhnya lewat bukti nyata di lapangan.

“Kami hanya bisa berharap dan berdoa semoga janji ini benar‑benar ditepati. Mudah‑mudahan bukan sekadar ucapan manis atau omong kosong belaka yang bertujuan hanya untuk meredakan kemarahan sesaat saja, melainkan benar‑benar akan diikuti langkah kerja yang hasilnya bisa kami rasakan secara langsung,” tambahnya dengan nada penuh harap namun tetap hati‑hati.

Bagi warga setempat, kehadiran tim BBWS memang menjadi titik terang baru, namun kepercayaan penuh belum pulih sepenuhnya. Bagi mereka, bukti yang paling sah adalah kenyataan di lokasi: apakah tepat dalam tenggang waktu satu minggu seperti yang dijanjikan, pekerjaan sudah benar‑benar berjalan dan proses pengerukan sedimentasi akan segera dimulai?

Sejalan dengan itu, muncul pula tanggapan penting dari Mahfudin, Ketua KPS Masjaka Babakan Kabupaten Brebes. Menurutnya, persoalan yang terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Babakan seharusnya tidak sampai terabaikan begitu lama, karena sebenarnya tersedia sarana pemantauan yang cukup lengkap dan berjarak cukup dekat.

BACA JUGA:  Pembangunan Irigasi Panton Teungku di Kuala Bate Abdya Diminta Segera Diselesaikan

Dalam pandangan Mahfudin, konfirmasi serta penindakan seharusnya dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah dan cepat. Hal ini mengingat di wilayah tersebut memang ditugaskan sebanyak lima orang petugas Pengamat dan Pemelihara (OP) dari BBWS Cimancis, ditambah lagi kantor operasional mereka justru berlokasi tidak jauh dari lokasi, tepatnya di kawasan Bendung Cisadap, Desa Buara.

“Kalau dilihat dari struktur organisasi dan keberadaan petugas yang sudah ditempatkan, seharusnya setiap perubahan kondisi maupun keluhan warga di sepanjang aliran sungai ini bisa langsung diketahui dan ditindaklanjuti — tanpa harus menunggu sampai masalah membesar atau baru bergerak saat sudah menjadi sorotan luas,” tegas Mahfudin.

Di samping mengemukakan catatan tajam tersebut, ia juga turut menyuarakan harapan yang sama persis dengan apa yang dirasakan masyarakat Dukuh Cibogo. Mahfudin sangat berharap pihak BBWS Cimancis sungguh‑sungguh menepati seluruh poin janji yang baru saja disampaikan langsung kepada warga di lokasi peninjauan.

Bagi KPS Masjaka Babakan, terlaksananya penanganan sesuai jadwal satu minggu ke depan akan menjadi bukti nyata bahwa kelemahan dalam sistem pemantauan dan tanggapan yang selama ini terabaikan, mulai diperbaiki demi keselamatan dan kesejahteraan warga di sekitar aliran sungai.

Hingga berita ini  diterbitkan, warga Dukuh Cibogo, KPS Masjaka Babakan, serta masyarakat sekitar masih menanti dengan campuran rasa harap sekaligus kewaspadaan tinggi: apakah janji yang baru saja dilontarkan akan berubah menjadi tindakan nyata, atau hanya akan bertambah satu lagi deretan harapan yang kandas di tengah jalan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *