Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Geram! Berita Tak Berimbang dan Dianggap Fitnah, JJ Ancam Lapor ke Dewan Pers

M. JOHAN JALLA. (Foto kolase: doc. hariandaerah.com)
M. JOHAN JALLA. (Foto kolase: doc. hariandaerah.com)

SIMEULUE – M. Johan Jalla (JJ) angkat bicara dan membantah keras menanggapi pemberitaan salah satu media online yang berjudul “JJ Diduga Mencoba Merekayasa Bukti Pembelaan, Imingi Saksi agar Mau Membuat Video Testimoni.” Dalam keterangannya kepada ini, JJ menyebutkan berita tersebut tidak berimbang, menyesatkan, dan sarat dengan fitnah.

“Saya sangat keberatan dengan pemberitaan itu. Yang paling saya sayangkan, wartawan media tersebut tidak pernah melakukan konfirmasi kepada saya sebelum berita diterbitkan. Ini jelas melanggar prinsip jurnalistik yang sehat dan adil,” tegas Johan Jalla, Senin (29/7/2025).

JJ juga membantah keras tuduhan bahwa dirinya menawarkan uang kepada seseorang yang mengaku sebagai saksi. Menurutnya, justru pihak yang bersangkutanlah yang meminta uang kepadanya. Namun, permintaan tersebut tidak ia tanggapi karena ia menganggap ada indikasi jebakan.

“Saya tidak pernah memberikan uang sepeser pun karena saya tahu niat mereka bukan tulus. Mereka berusaha menjebak saya. Tapi sayangnya, media justru menyudutkan saya tanpa menyelidiki kebenaran di baliknya,” ujarnya.

 

Akibat pemberitaan yang dianggap mencemarkan nama baik itu, Johan Jalla menyatakan akan melaporkan media tersebut ke Dewan Pers, agar ada tindakan etik terhadap praktik jurnalistik yang dianggap menyimpang.

“Saya akan bawa ini ke Dewan Pers. Media seharusnya menyajikan berita yang berimbang dan mengutamakan klarifikasi, bukan asal muat dan menghakimi sepihak. Saya pribadi tidak anti kritik, tapi ini sudah bukan kritik, ini fitnah,” tambahnya.

Terkait laporan polisi dari Tivani Akja Sabila (25), atlet tinju putri Simeulue, atas dugaan pencemaran nama baik, JJ menyatakan menghormati proses hukum. Namun, ia menekankan bahwa banyak saksi yang hadir dalam peristiwa tersebut dan siap memberikan kesaksian.

“Silakan kalau mau menempuh jalur hukum, itu hak setiap warga negara. Tapi saya tegaskan, tidak ada niat buruk dari saya apalagi mencemarkan nama baik siapa pun. Saya hanya ingin mendidik anak-anak kita dengan nilai dan akhlak yang baik,” pungkasnya.

JJ berharap media di daerah lebih menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta tidak menjadi alat penyebar opini yang belum diverifikasi. Ia menyerukan pentingnya profesionalisme dalam setiap pemberitaan, agar masyarakat tidak dirugikan oleh informasi yang tidak akurat. (Q) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *