Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Banyumas Jadi Sorotan Nasional, Kunjungan Presiden Prabowo Perkuat Posisi sebagai Daerah Percontohan Pengelolaan Sampah

IMG 20260429 WA0003
Presiden RI Prabowo Subianto di dampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Bupati Banyumas.(Foto Imam Muzaki for hariandaerah.com/Putra Zambase)

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas kembali menjadi sorotan nasional berkat keberhasilannya mengelola sampah secara inovatif. Pencapaian ini semakin diperkuat dengan kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang  tiba di Banyumas pada Selasa (28/04/2026).

Dalam kunjungannya kali ini, Presiden Prabowo direncanakan akan melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) BLE yang berlokasi di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor. Agenda ini dinilai sangat penting, mengingat Banyumas telah membuktikan keberhasilannya mengelola sampah tanpa lagi bergantung pada sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tipe landfill atau penimbunan.

Berdasarkan jadwal yang telah disusun, Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menuju Cilacap pada pukul 09.00 WIB, dan diperkirakan tiba sekitar pukul 10.00 WIB.

Perjalanan dilanjutkan menggunakan helikopter untuk mendarat di Helipad GOR Satria Purwokerto tepatnya pukul 10.30 WIB. Tidak berselang lama, rombongan langsung bergerak menuju lokasi utama di TPST BLE Kaliori untuk melaksanakan peninjauan yang dimulai sekitar pukul 10.40 WIB.

TPST BLE menjadi salah satu lokasi unggulan karena menerapkan sistem pengolahan yang berkelanjutan. Di sini, sampah organik diolah menjadi maggot, sedangkan sampah anorganik diubah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu bahan bakar alternatif yang banyak dimanfaatkan oleh industri semen.

BACA JUGA:  Kasus Andrie Yunus: Respons Cepat TNI Diapresiasi, Akuntabilitas Polri Dipertanyakan

Keberhasilan yang diraih Banyumas saat ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari konsistensi yang dimulai sejak tahun 2018. Selama ini, pemerintah daerah terus berupaya menekan angka timbunan sampah dan mengoptimalkan pengolahan melalui jaringan TPST yang tersebar di berbagai wilayah.

Meski telah menunjukkan hasil yang membanggakan, masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan.

“Artinya masih ada sekitar 30 persen sampah yang belum tertangani. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami,” ungkap pejabat terkait.

Saat ini, pengelolaan sampah di Banyumas ditopang oleh puluhan unit TPST yang dikelola secara swadaya oleh 36 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Untuk memperluas jangkauan layanan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan 12 unit TPST baru sepanjang tahun 2026, yang akan dibangun di wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani optimal, seperti Kecamatan Gumelar, Lumbir, hingga Tambak.

BACA JUGA:  Proyek SPAM Desa Sanggiran Rampung, Air Bersih Mengalir Ke Rumah Warga

Prestasi Banyumas bahkan telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Kabupaten ini berhasil meraih hibah sebesar 150.000 Dolar AS dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF), yang disalurkan melalui PT Banyumas Investama Jaya dan Greenprosa.

Selain agenda utama peninjauan TPST, kunjungan Presiden Prabowo juga diisi dengan kegiatan internal yang dilaksanakan di Java Heritage Hotel Purwokerto pada siang harinya.

Selain itu, tercatat sejumlah agenda tambahan yang bersifat tentatif atau incognito, antara lain peninjauan gudang Bulog, Sekolah Rakyat di SMP Negeri 13 Baturraden, hingga ziarah ke Makam Tumenggung Yudhanegara II.

Kunjungan ini diharapkan semakin memantapkan posisi Banyumas sebagai model pengelolaan sampah yang dapat ditiru oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *