JAKARTA – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, dilaksanakan pelantikan organisasi Green Z Indonesia di Gedung Menara Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Green Z Indonesia merupakan badan otonom Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) yang tergabung dalam Keluarga Besar DDII.
Pelantikan Green Z menandai lahirnya gerakan baru yang digerakkan oleh generasi muda dengan visi besar: membangun kemandirian pangan dan menjaga keseimbangan ekosistem berbasis riset, inovasi dan kolaborasi sosial.
Acara pelantikan diawali dengan pidato pengarahan Ketua Umum PB STII, Fathurrahman Mahfudz, kemudian pembacaan Surat Keputusan (SK) PB STII Nomor: 013.09 Tahun 2025 dan pengucapan sumpah kepengurusan Green Z Indonesia periode 2025–2030 serta ditutup dengan doa oleh Wakil Ketua Umum PB STII, Dr. Ade Salamun.
Gerakan kaum muda ini tumbuh di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan kelestarian lingkungan. Dimana sekelompok anak muda dari berbagai latar belakang akademik dan sosial menyalakan kembali semangat hijau Nusantara.
Adapun Ketua Green Z Indonesia yang baru saja dilantik adalah Ahmad Syarief Amrullah S.H. Pria muda ini dikenal publik sebagai peraih Medali Perunggu dalam ajang Abang None Jakarta Timur 2025.
Ahmad Syarief dalam sambutannya menegaskan, Green Z Indonesia bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan sosial-ekologis yang menyalakan kembali jiwa agraris dan maritim bangsa Indonesia.
“Pelantikan ini adalah wujud komitmen entitas kepemudaan dalam membangun semangat gerakan pertanian, riset, dan konservasi alam,” ucap Ahmad Syarief yang lebih akrab disapa Bang Arief.
Bang Arief menjelaskan, sebagai calon pemimpin masa depan, kita harus mampu membangun sinergi antara komunitas masyarakat dan pemerintah untuk menjaga ekosistem sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis pertanian sebagai bentuk kemandirian pangan.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa di era digital ini, anak muda justru perlu kembali ke akar identitas bangsa, yakni pertanian, laut, dan alam.
“Kita hidup di negeri kepulauan yang kaya sumber daya alam hayati dan pariwisata. Sudah seharusnya generasi muda terlibat aktif dalam sektor pertanian modern dan konservasi lingkungan agar Indonesia menjadi negara yang makmur dan berdaulat,” terangnya.
Ketua Green Z ini juga mengatakan, selain fokus pada pertanian dan peternakan, Green Z Indonesia juga akan bergerak di bidang konservasi lingkungan, eksplorasi, serta riset terapan berbasis akademik dan teknologi pertanian modern.
“Green Z akan menjadi wadah riset pemuda lintas disipli, mulai dari teknik, hukum, agribisnis, hingga ekolog, yang berorientasi pada inovasi dan kemandirian pangan nasional,” ungkap Ahmad Syarief.
Ada lima Pilar Utama Gerakan Green Z Indonesia, yaitu:
1. Peningkatan kapasitas generasi muda di sektor pertanian dan agromaritim.
2. Penguatan riset dan inovasi konservasi lingkungan berbasis teknologi.
3. Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal.
4. Pengembangan pasar hasil pertanian dan produk hijau ke tingkat nasional dan global.
5. Kampanye literasi ekologi dan pangan berkelanjutan di kalangan pemuda.
Pelantikan Green Z Indonesia meneguhkan diri sebagai jembatan antara idealisme dan realitas lapangan, membawa pesan bahwa cinta tanah air tak hanya diucapkan, tapi juga ditanam dan dirawat.
Green Z Indonesia pun hadir sebagai pengingat, bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika generasi muda berdaulat atas alam, pangan, dan masa depan bangsanya, sebagaimana semangat Sumpah Pemuda.








