Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

HKTI Gandeng Perusahaan Malaysia Demi Tingkatkan Produksi Karet Indonesia

IMG 20240123 WA0163
Keterangan foto : Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan menerapkan teknologi MCTS (Mercu Cut Tapping System) untuk penyadapan karet, Senin (22/1/2024) (hariandaerah.com/jumri)

Hariandaerah.com Jakarta – Dalam upaya meningkatkan hasil produksi tanaman karet rakyat, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan menerapkan teknologi MCTS (Mercu Cut Tapping System) untuk penyadapan karet. Teknologi ini telah diuji cobakan di Malaysia dan berhasil meningkatkan produksi karet hingga 300%.

Ketua Umum HKTI Moeldoko mengatakan, kerja sama ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet Indonesia.

“Mercu akan memberikan teknologi panen yang bisa meningkatkan panen karet lebih banyak, dan mereka siap menjadi offtaker (pembeli) hasil panennya,” kata Moeldoko, Senin (22/1).

Ia menjelaskan, teknologi penyadapan karet ini merupakan inovasi dalam proses pemanenan getah karet. Kondisi industri karet saat ini terpuruk. Saat ini, luas lahan karet di Indonesia mencapai 3,83 juta hektare. Namun hasilnya hanya 3,13 juta ton per tahun.

BACA JUGA:  Ternyata Ini Tujuan Pangeran Khalid Datang ke Indonesia

Mercu Bio Tech sebagai perusahaan yang memperkenalkan cara panen yang tidak lagi menggunakan metode tradisional dengan melukai kulit pohon karet. Mereka menggunakan metode menyuntikkan jarum untuk mengalirkan getah dari dalam pohon.

Chairman Mercu Bio Tech Datu Sri Ahmad menuturkan, metode lama mengakibatkan cedera pada pohon karet sehingga hasil panen tidak optimal.

Dengan menggunakan teknologi yang mereka temukan ini, produksi getah karet dapat mencapai 4,5 ton per hektare setiap tahunnya, dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya hanya berkisar satu ton per hektare per tahun.

BACA JUGA:  Kejagung Ungkap Tak Ada Penggeledahan di Kediaman Jampidsus

Dalam MoU tersebut juga menyatakan, pihak Mercu Bio Tech akan membeli seluruh hasil panen petani karet.

Perusahaan teknologi perkebunan yang berbasis di Malaysia ini memang telah cukup dikenal menerapkan teknologi terbaru di bidang berkebunan. (Red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *