Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

HUT ke-81 TNI, Agussalim Anzib: Menjaga Perdamaian Aceh Adalah Harga Mati

Picsart 26 10 04 16 39 05 474
Agussalim Anzib: Keluarga Perintis Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. hariandaerah.con/ foto. Ist

LHOKSEUMAWE — Keluarga Pahlawan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, Agussalim Anzib, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati pada 5 Oktober 2026.

Agussalim Anzib menyampaikan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI atas pengabdian dalam menjaga kedaulatan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), keamanan dan perdamaian bangsa.

“Atas nama Keluarga Pahlawan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia, saya mengucapkan Selamat HUT ke-81 TNI. Semoga TNI semakin kuat, profesional, humanis, dicintai rakyat, serta senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ujar Agussalim Anzib. (4/5/26)

Ia mengatakan, sejarah TNI tidak dapat dipisahkan dari perjalanan perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk pada 22 Agustus 1945 sebagai salah satu cikal bakal kekuatan pertahanan setelah Proklamasi Kemerdekaan. Dalam perkembangan berikutnya, BKR berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, tanggal yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun TNI. Pembentukan TKR berlangsung di tengah situasi genting akibat ancaman kembalinya tentara Sekutu dan Belanda ke Indonesia

BACA JUGA:  Pembagian Hadiah dan Penutupan Pesona Pesisir Timur Aceh 2024 Berlangsung Dalam Hujan

Perjalanan organisasi tersebut kemudian mengalami transformasi dari TKR menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), hingga akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam setiap tahapan sejarah tersebut, kedudukan TNI senantiasa melekat sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang, yang lahir dari perjuangan bangsa dan memiliki tanggung jawab mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keutuhan negara.

Menurut Agussalim, sejarah panjang tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada kemampuan pertahanan, tetapi juga pada kedekatannya dengan rakyat. Karena itu, ia berharap semangat pengabdian para pejuang terdahulu terus diwariskan kepada generasi TNI saat ini.

“TNI lahir dari rakyat dan berjuang bersama rakyat. Karena itu, kekuatan TNI akan semakin besar ketika hubungan dengan rakyat semakin kuat. TNI harus terus menjadi pelindung, pengayom dan penjaga keutuhan bangsa,” katanya.

Khusus untuk Aceh, Agussalim mengingatkan seluruh pihak agar menjaga perdamaian yang telah diperoleh melalui perjalanan sejarah yang panjang. Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan modal utama bagi masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih baik dan tidak boleh dirusak oleh kepentingan apa pun.

BACA JUGA:  Polres Aceh Barat Gelar Latihan SAR Terbatas dan Simulasi Pertolongan Pada Orang Tenggelam

“Bagi kami di Aceh, menjaga perdamaian adalah harga mati. Perdamaian Aceh bukan sesuatu yang boleh dianggap biasa. Ini adalah amanah sejarah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan aparat keamanan,” tegasnya.

Ia juga berharap TNI terus memperkuat sinergi dengan masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan keamanan serta suasana yang kondusif di Aceh dan seluruh Indonesia.

“Selamat HUT ke-81 TNI. Terima kasih kepada seluruh prajurit atas pengabdian kepada bangsa dan negara. Teruslah menjadi tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional. TNI kuat bersama rakyat, Indonesia semakin kuat. Dan khusus untuk Aceh, menjaga perdamaian adalah harga mati,” pungkas Agussalim Anzib.(man)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *