Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Kusmanto, Kepala SDN Klampok 05: Lahirkan Konsep Sekolah Inspirasi yang Kini Menyebar Hingga ke Luar Brebes

IMG 20260624 WA0015
Kusmanto, Kepala SDN Klampok 05, pencetus gerakan sekolah inspirasi di Kabupaten Brebes.(Foto dok hariandaerah.com/Putra Zambase)

BREBES – Di tengah beragam tantangan dalam dunia pendidikan dasar, lahirlah satu terobosan unik dan bermakna yang berawal dari Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Kusmanto, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pendidik yang saat ini diberi amanah tambahan sebagai Kepala SDN Klampok 05, dikenal luas sebagai pencetus sekaligus penggerak utama gerakan “Sekolah Inspirasi” — sebuah konsep yang kini menjadi teladan dan diadopsi oleh sejumlah daerah di luar wilayah Brebes.

Dalam wawancara eksklusif bersama awak media hariandaerah.com, Selasa (23/06/2026), Kusmanto memaparkan perjalanan dan gagasan besar yang mulai ia kembangkan sejak tahun 2014, saat masih menjabat sebagai Kepala SDN Sawojajar 01. Inti dari konsep Sekolah Inspirasi ini adalah membangun lingkungan pendidikan yang terus menggali ide dan pembaruan, dengan menjadikan keterlibatan aktif wali murid sebagai pilar utama keberhasilan setiap program sekolah.

“Prinsip dasarnya sederhana namun mendalam: jika orang tua terlibat, maka mereka akan peduli; jika mereka peduli, maka semangat dan motivasi belajar anak pun akan tumbuh kuat,” ungkap Kusmanto.

Partisipasi wali murid tidak berjalan secara sembarangan, melainkan dibina dan diwadahi secara terstruktur melalui paguyuban khusus yang bahkan diberi nama khas sesuai karakter atau lokasi masing‑masing sekolah. Di SDN Klampok 05 terdapat Paguyuban Wali Murid Kalibening, yang bermakna “Klampok Lima Berjaya Maning”. Ada pula Sawojajar Mutiara Bahari — nama yang diambil dari ciri wilayahnya yang berdekatan dengan pesisir laut. Sementara di wilayah Losari, nama paguyuban disusun dari serangkaian nilai positif yang diharapkan tertanam: Ceria, Cerdas, Empati, Responsif, dan Aktif.

BACA JUGA:  ASPIRA Aceh Deklarasikan Dukungan untuk Pasangan Bustami-Tu Sop di Pilkada Gubernur Aceh 2024

Melalui wadah ini, orang tua bukan sekadar tamu undangan, melainkan mitra sejati yang ikut merencanakan, mengatur, dan melaksanakan berbagai kegiatan — mulai dari peringatan hari besar nasional, upacara kemerdekaan, hingga acara puncak pendidikan seperti perayaan tutup tahun pelajaran. Penyusunan kepanitiaan maupun rencana perlombaan pun ditetapkan bersama, bukan ditentukan sepihak oleh pihak sekolah saja.

Mengenai kendala pembiayaan yang kerap menjadi hambatan umum, konsep ini menawarkan solusi cerdas berasaskan semangat kebersamaan: “Dari Kita, Oleh Kita, dan Untuk Kita”. Sebagian kebutuhan memang ditopang dari anggaran sekolah, namun kekurangannya ditutup melalui sumbangan sukarela dan musyawarah bersama wali murid — tanpa ada unsur paksaan sedikit pun. Seluruh kebutuhan dan rincian pengeluaran dibahas serta dihitung secara terbuka.

Hasil nyata dari pendekatan ini sangat terasa dan berdampak luas. Komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua menjadi jauh lebih hangat dan lancar. Orang tua kini datang ke sekolah atas dasar kesadaran sendiri, bukan karena dipanggil atau ada masalah yang harus diselesaikan. Suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif, dan yang paling utama: prestasi serta semangat belajar peserta didik terus menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

Salah satu program ikonik yang lahir dari semangat Sekolah Inspirasi adalah gerakan “Pelukis Seribu Jari”. Melalui kegiatan ini, seluruh siswa mulai dari Kelas I hingga Kelas VI diajak berkarya bersama melukis sesuai gagasan dan keinginan masing‑masing, dengan bahan‑bahan yang dikumpulkan dan disumbangkan secara sukarela oleh para wali murid. Hasil karya ratusan gambar tersebut kemudian disusun dan ditempel untuk menghiasi dinding lingkungan sekolah, menjadi bukti nyata persatuan dan semangat berkarya.

BACA JUGA:  Peringatan Hari Otonomi Daerah, Bupati Paramitha: Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Bebas Korupsi

Gerakan inovatif yang dipelopori Kusmanto ternyata tidak berhenti hanya di satu atau dua sekolah saja. Semangat ini terus berkembang, melampaui batas kecamatan hingga keluar dari wilayah Kabupaten Brebes; sekolah‑sekolah di Banyumas pun diketahui sudah mulai menerapkan dan merasakan manfaat dari pola pengelolaan pendidikan yang inspiratif ini.

Sebagai bukti pengakuan dan dukungan resmi dari pemerintah daerah, baru‑baru ini telah digelar kegiatan akbar Jambore Sekolah Inspirasi di kawasan rest area Banjaratma. Acara tersebut disambut antusias dan dihadiri langsung oleh para pejabat berwenang — sebuah bentuk apresiasi besar terhadap gerakan yang dinilai sangat mendukung kemajuan pendidikan di Brebes.

Bagi Kusmanto, perjalanan menyebarkan inspirasi ini masih terus berlanjut. Baginya, sekolah bukan sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan ruang tumbuh bersama di mana setiap elemen — pendidik, peserta didik, dan keluarga — bersatu untuk mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi anak‑anak Brebes dan daerah sekitarnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *