Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pasien RSUD Hj. Andi Depu Meninggal Usai Dipulangkan, Ketua Aktipij JOL Desak Pertanggungjawaban

WhatsApp Image 2025 04 24 at 14.17.20
Pasien Kritis Dipulangkan dari RSUD Hj. Andi Depu, Meninggal Dua Jam Kemudian: Ketua Aktipij JOL Kecam Keras. (Foto: Ist).

POLEWALI MANDAR — Tragedi kemanusiaan terjadi di RSUD Hj. Andi Depu setelah seorang pasien dalam kondisi kritis dipulangkan meski masih terhubung dengan alat penunjang hidup. Hanya dua jam setelah keluar dari rumah sakit, pasien tersebut meninggal dunia.

Peristiwa memilukan ini memicu kecaman keras dari Ketua Aktipij Jaringan Oposisi Loyal (JOL), Lasuardi, yang menilai kejadian ini sebagai bentuk kelalaian fatal dalam sistem pelayanan kesehatan.

“Ini bukan sekadar kesalahan teknis, tapi kegagalan sistemik dan manajerial yang mengabaikan keselamatan pasien,” ujar Lasuardi, Rabu (23/4/2025).

Lasuardi secara terbuka mengkritik keputusan pemulangan pasien oleh pihak RSUD Hj. Andi Depu, khususnya Direktur dr. Anita Umar, yang ia nilai harus bertanggung jawab secara moral dan administratif. Ia menyebut keputusan tersebut mencederai standar etik dan profesionalisme medis.

Menurut informasi, pasien yang masih memerlukan pemantauan intensif dinyatakan layak pulang dengan alat medis masih terpasang. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai dasar evaluasi medis yang digunakan serta pertimbangan etis dalam prosesnya.

“Ini bukan hanya soal prosedur, tetapi soal nyawa manusia. Rumah sakit bukan tempat eksperimen kebijakan,” tegas Lasuardi.

Ia menuntut agar Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kasus ini. Jika terbukti terjadi kelalaian, Lasuardi mendesak agar Direktur RSUD dan jajaran manajemen dikenai sanksi tegas hingga pencopotan jabatan.

Tragedi ini, menurutnya, mencerminkan krisis kepemimpinan dalam tata kelola rumah sakit yang seharusnya mengutamakan keselamatan pasien di atas segalanya.

Masyarakat dan keluarga korban kini menanti kejelasan serta tindakan nyata dari pihak berwenang. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan perbaikan menyeluruh dalam sistem pelayanan kesehatan, demi mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Penulis

Penulis: ArEditor: Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *