BREBES – Upaya memperkuat demokrasi yang beretika serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa menjadi fokus utama pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) I Perisai Demokrasi Bangsa Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung di King Royal Hotel Brebes pada Sabtu (13/6/2026).
Forum ini menjadi momentum penting untuk melahirkan program kerja yang mampu memperkuat pendidikan politik, menjaga persatuan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyatakan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada proses politik semata, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, kejujuran, dan partisipasi aktif seluruh warga. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun budaya demokrasi yang santun dan inklusif.
“Demokrasi tidak tumbuh dari ruang kosong. Ia hidup dan berkembang dari kepercayaan, kejujuran, serta partisipasi kita semua. Diperlukan keberanian untuk bersuara, namun tetap santun; berbeda pandangan, namun tetap saling menghargai. Nilai-nilai inilah yang perlu kita jaga, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujar Paramitha.
Ia menambahkan, Muswil ini menjadi wadah mempererat kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat untuk menjaga persatuan sekaligus meningkatkan literasi demokrasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga berperan aktif dalam menentukan arah kemajuan daerah.
Paramitha berharap forum ini melahirkan program kerja yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata. Demokrasi, katanya, harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan warga, bukan hanya sekadar konsep dalam ruang diskusi.
“Melalui musyawarah ini, saya harap lahir gagasan yang tidak hanya baik di atas kertas, tetapi nyata dalam tindakan. Demokrasi yang kita bangun harus terasa manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari tingkat paling bawah hingga dalam setiap kebijakan yang diambil,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas daerah serta memperkuat wawasan kebangsaan. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan global, diperlukan penguatan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan semangat gotong royong agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.
“Organisasi kemasyarakatan diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai kebangsaan serta membangun kesadaran warga untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.
Ketua Umum Perisai Demokrasi Bangsa M. Rikza Hasballa menyampaikan bahwa Muswil I ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Program yang disusun akan diarahkan untuk memperkuat pendidikan politik, mengawal jalannya demokrasi yang sehat, serta membangun kerja sama yang baik dengan berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.
Diharapkan melalui kegiatan ini lahir langkah-langkah nyata yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan politik warga, memperkokoh persatuan, serta mewujudkan demokrasi yang berintegritas, inklusif, dan memberi manfaat bagi pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Brebes Wurja, Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf. Ambariyantomo, jajaran pengurus dan anggota Perisai Demokrasi Bangsa dari se-Jawa Tengah, unsur pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya.









