Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Ziarah ke Makam Tokoh Pendiri di Milad ke-56

WhatsApp Image 2025 06 13 at 21.09.20
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Ziarah ke Makam Tokoh Pendiri di Milad ke-56. (Foto: hariandaerah.com/Nurmansyah).

LHOKSEUMAWE – Dalam rangka peringatan Milad ke-56, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., melaksanakan ziarah ke makam almarhum Dr. Hafifuddin, M.Ag. Almarhum merupakan mantan Rektor IAIN Lhokseumawe sekaligus tokoh sentral dalam proses transformasi STAIN menjadi UIN.

Ziarah dan doa bersama yang berlangsung khidmat ini digelar di Kompleks Pemakaman Mane Kawan, Aceh Utara, pada Jumat (13/6/2025). Rektor memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi oleh para Wakil Rektor, Kepala Biro, dan jajaran pimpinan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan yang mendalam atas dedikasi dan kontribusi besar almarhum terhadap kemajuan institusi.

BACA JUGA:  Keluarga Besar Kampus UIN SUNA Lhokseumawe Takziah ke Rumah Duka Dr. Al Husaini

“Almarhum adalah sosok visioner dan penuh dedikasi. Banyak pencapaian yang kita nikmati hari ini merupakan hasil dari kerja keras dan pengabdiannya di masa lalu. Semangat juang beliau akan terus kami kenang dan jadikan inspirasi,” ujar Prof. Danial.

Ziarah ke makam Dr. Hafifuddin menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Milad ke-56 UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Kampus Unggul, Moderat, dan Berdaya Saing Global.”

Selain itu, Rektor dan sivitas akademika juga melanjutkan ziarah ke makam Sultanah Nahrasiyah—tokoh sejarah yang menjadi inspirasi penamaan universitas tersebut.

BACA JUGA:  Wali Kota Lhokseumawe Ikuti Retreat Kepala Daerah di Akmil Magelang

Peringatan milad tahun ini turut diramaikan dengan berbagai kegiatan akademik dan keagamaan, sebagai simbol semangat baru dalam perjalanan UIN yang menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan, keislaman, dan kebangsaan.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *