SIMEULUE – Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Melalui Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan, terus berupaya menjaga keberlangsungan sektor perkebunan dan peternakan di tengah defisit anggaran daerah (APBK) tahun 2026.
Guna menyiasati keterbatasan dana tersebut, Pemerintah Kabupaten Simeulue kini gencar melakukan lobi intensif ke pemerintah provinsi dan pusat demi mengamankan kucuran dana APBN untuk tahun anggaran 2027.
Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Simeulue, Syuhelmi, S.P mengatakan, usulan prioritas telah disampaikan ke Kementerian Pertanian, mencakup peremajaan ratusan ribu hektare tanaman cengkeh yang sudah tua, perluasan kelapa dalam, serta program intensifikasi sawit rakyat berupa bantuan bibit, pupuk, dan pestisida.
“Kondisi keuangan daerah kita saat ini sangat terbatas. Oleh karena itu, Bapak Bupati bersama kami terus berupaya melobi pusat. Alhamdulillah, untuk program peremajaan kelapa dalam dan intensifikasi sawit sudah ada lampu hijau dari pusat untuk tahun 2027,” kata Syuhelmi kepada media ini, Rabu (01/06/2026).
Ditambahkannya, selain dana pusat, dukungan juga APBA, yang pada tahun ini telah mengalokasikan bantuan 8.000 batang bibit sawit untuk petani Simeulue.
“Saat ini sedang dalam proses tender di tingkat provinsi,” tambahnya.
Terkait mekanisme pengadaan bantuan tersebut, Syuhelmi menegaskan pihaknya bertindak sebagai pengusul dan penerima manfaat. Sementara proses tender sepenuhnya berada di tingkat provinsi atau pusat.
“Kita menyiagakan tim teknis untuk memverifikasi secara ketat legalitas dan keaslian bibit yang masuk. Bibit yang tidak memenuhi standar mutu dipastikan akan ditolak secara tegas,” tutupnya. (*)














