SIMEULUE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue, melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop) menyatakan jumlah UMKM di kabupaten kepulauan tersebut mencapai 3.000 unit.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop Simeulue, Fitri Sri Mulyani, mengatakan dari jumlah unit UMKM ada beberapa unit usaha sudah tidak aktif.
“Dari 3.000 unit itu ada sejumlah unit UMKM sudah tidak aktif lagi, namun datanya pastinya berapa jumlah yang tidak aktif itu masih dalam pendataan,” kata Fitri Sri Mulyani, Rabu, 05/08/2026.
Disampaikan Fitri, kemungkinan di tahun 2026 ini jumlah UMKM di Simeulue akan kembali bertambah. Karena masih ada masyakarat yang melaporkan jenis usaha yang saat ini sedang atau mau di buka.
Untuk jenis usaha UMKM di Simeulue ini kata Fitri ada berbagai macam, mulai dari UMKM bidang perikanan, perkebunan, pertanian, perdagangan, produk olahan, sovenir, serta berbagai unit UMKM lainnya.
“Kemungkinan unit UMKM di Simeulue ini akan bertambah lagi karena masyakarat masih banyak yang mendaftarkan unit usaha mereka. Untuk usaha UMKM ada banyak yang didaftarkan,” kata Fitri.
Menurut Fitri, untuk tahun 2026 ini kegiatan UMKM di Simeulue masih belum berjalan. Sebab, keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue. Sehingga dalam pengembangan usaha, banyak UMKM sulit berkembang karena keterbatasan modal dan alat produksi yang masih konvensional.
Untungnya kata Fitri, dari pihak dewan menyediakan anggaran dana pokok pikiran (Pokir) yang di titip di Disperindagkop Simeulue, sehingga dapat membantu berbagai program UMKM di Simeulue.
“Hanya saja kalau dana Pokir ini pengunaannya sudah ditentukan baik itu produknya, ataupun tujuannya,” kata Fitri.
Sementara itu kata Fitri, untuk UMKM dari koperasi desa yang di Simeulue ini hingga saat ini masih belum ada yang aktif.
Dikatakan Fitri, di awal tahun 2026 lalu ada satu unit Kopdes yang berada di Desa Lasikin, Kecamatan Teupah Tengah, Simeulue yang sudah mengajukan permohonan kegiatan usaha namun hingga saat ini masih belum berjalan.
“Sebelumnya ada Kopdes yang mau membuka kegiatan UMKM namun hingga saat ini masih belum berjalan,” ucap Fitri.(*)














