MADINAH – Tim Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik. Seluruh jemaah akan didampingi, dilayani, dan dilindungi secara menyeluruh, mulai dari proses keberangkatan, selama berada di tanah suci Arab Saudi, hingga kembali dengan selamat ke tanah air.
Salah satu bentuk pelayanan nyata yang terus dilakukan adalah kegiatan visitasi rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi kesehatan jasmani maupun rohani para jemaah, agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar dan khusyuk.
Pada Selasa (28/04/2026), Tim PHD yang dipimpin oleh Azmi Asmuni Majid didampingi Tim Kesehatan Supardi, Ketua Kloter Karwono, Tim Kesehatan PPIH Gandar, dr. Naely, serta Pembimbing Ibadah Haji (Bimbad) Dr. Ratoni, melaksanakan kunjungan ke jemaah yang tergabung dalam Kloter SOC 8. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Karam Almadina, Madinah.
Dalam kunjungan tersebut, tim menemukan sejumlah keluhan kesehatan yang disampaikan oleh jemaah, di antaranya: Abdul Kodir dari Banjarharjo dan Ahmad Kholil dari Limbangan Wetan yang mengeluh gatal-gatal serta kulit kering; Rohani dari Jagalempeni yang merasakan pusing dan demam; serta Taslimah yang memiliki keterbatasan pola makan, yaitu hanya bersedia mengonsumsi nasi.
Menanggapi hal tersebut, Tim Kesehatan segera memberikan penanganan dan pelayanan medis secara cepat dan tepat. Sementara itu, Bimbad Haji juga memberikan arahan dan bimbingan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW, agar kekhusyukan beribadah tetap terjaga meski dalam kondisi kurang fit.
Ketua Rombongan 9 Kloter 8, Rifky Hidayat, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kinerja tim. Ia menilai responsivitas dan kecepatan penanganan yang diberikan merupakan bukti nyata dari pelayanan prima yang dijanjikan.
Azmi Asmuni Majid selaku koordinator tim menegaskan bahwa hal tersebut adalah bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan.
“Inilah tugas mulia para petugas haji. Kami dituntut memberikan pelayanan yang paripurna, tidak hanya menyangkut kondisi fisik jemaah, tetapi juga memastikan kondisi mental dan batin mereka agar mampu melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.









